Pencarian

Sawit Indonesia Hasilkan 261,7 Juta Ton Biomassa per Tahun, IPB: Potensi Nilai Tambahnya 9 Kali Lipat

Sabtu, 18 Juli 2026 • 17:41:01 WIB
Sawit Indonesia Hasilkan 261,7 Juta Ton Biomassa per Tahun, IPB: Potensi Nilai Tambahnya 9 Kali Lipat
Limbah pelepah, batang, tandan kosong, cangkang, serat, dan limbah cair pabrik sawit memiliki potensi nilai tambah hingga sembilan kali lipat jika diolah secara optimal.

JAWA TENGAH — Limbah perkebunan sawit selama ini kerap dipandang sebagai ongkos produksi yang harus dibuang. Padahal, di balik tumpukan pelepah, batang, tandan kosong, cangkang, serat, hingga limbah cair pabrik (POME), tersimpan potensi ekonomi yang belum tergarap maksimal.

“Perkembangan areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia sangat spektakuler. Pada saat ini tercatat luas perkebunan sawit mencapai 16,83 juta hektare. Oleh karena itu, pengelolaan kelapa sawit harus dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Prof. Hariyadi di Jakarta, Jumat (3/7).

Biomassa Sawit: Dari Limbah Jadi Bahan Baku Industri

Menurut Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University itu, penerapan ekonomi sirkular di sektor sawit bisa dimulai dengan mengoptimalkan seluruh biomassa yang dihasilkan. Tak hanya kompos dan pupuk organik, limbah sawit juga dapat diolah menjadi bahan bakar pembangkit listrik biomassa hingga campuran semen dan material konstruksi.

Dengan potensi produksi biomassa mencapai 261,7 juta ton bahan kering per tahun, Indonesia memegang posisi sebagai produsen biomassa sawit terbesar dunia. Angka ini setara dengan kapasitas energi yang sangat besar jika dikonversi menjadi listrik atau bahan bakar alternatif.

Nilai Tambah 8–9 Kali Lipat, Tapi Masih Terbuang

Hariyadi menyebut, pengolahan biomassa sawit secara sirkular mampu meningkatkan nilai tambah produk hingga 8–9 kali lipat dibandingkan jika hanya dijual sebagai bahan mentah atau dibuang. Sayangnya, praktik ini belum berjalan masif di tingkat petani maupun perusahaan perkebunan.

“Salah satu cara untuk menerapkan ekonomi sirkular adalah dengan mengoptimalkan biomassa sawit seperti pelepah dan batang kelapa sawit, tandan kosong kelapa sawit (TKKS), cangkang dan serat sawit, hingga limbah cair pabrik sawit atau POME,” jelasnya.

Dorong Regulasi dan Insentif agar Ekonomi Sirkular Berjalan

Untuk merealisasikan potensi ini, diperlukan dukungan kebijakan yang mendorong hilirisasi biomassa sawit. Insentif fiskal, kemudahan perizinan, serta transfer teknologi dinilai menjadi kunci agar limbah perkebunan tak lagi menjadi masalah lingkungan, melainkan sumber pendapatan baru.

Jika berjalan optimal, ekonomi sirkular di industri sawit tak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen CPO terbesar, tetapi juga membuka lapangan kerja hijau dan mengurangi emisi karbon dari pembakaran limbah sawit secara terbuka.

Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks