SEMARANG — Sebanyak 80 kader Fatayat NU dari seluruh Jawa Tengah mengikuti Training of Trainers (ToT) Duta Literasi dan Inklusi Keuangan yang digelar OJK Jateng pada 11-12 Juli 2026. Mereka berasal dari pengurus wilayah, cabang, hingga perwakilan kabupaten dan kota.
Mengapa Kader Fatayat NU Dipilih sebagai Duta Literasi?
Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, menilai kader Fatayat NU memiliki posisi strategis karena kedekatannya dengan masyarakat melalui kegiatan organisasi dan pemberdayaan keluarga.
“Melalui program DILAN, kami ingin mencetak kader Fatayat NU sebagai penggerak literasi dan inklusi keuangan yang mampu menyampaikan edukasi secara sederhana, relevan, dan mudah dipahami masyarakat,” ujar Hidayat dalam keterangannya, Senin.
Menurutnya, pemahaman keuangan yang baik akan membuat masyarakat mampu mengelola keuangan secara bijak dan memilih produk jasa keuangan sesuai kebutuhan, sehingga terhindar dari risiko keuangan yang merugikan.
Materi Pelatihan: dari Perbankan Syariah hingga Bahaya Judi Online
Pelatihan ini tidak hanya membahas teori. Peserta mendapatkan materi langsung dari OJK, Bank Indonesia, dan industri jasa keuangan seperti Bank Syariah Indonesia, BPJS Kesehatan, Bursa Efek Indonesia, serta Pegadaian.
Materi yang diberikan meliputi tugas dan fungsi OJK, pengelolaan keuangan bijak, hingga kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan judi online. Peserta juga dibekali pemahaman tentang perlindungan konsumen dan cara memanfaatkan Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK), Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), serta Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).
Bank Indonesia turut memberikan materi tentang sistem pembayaran digital, QRIS, dan kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Tak ketinggalan, materi komunikasi persuasif diberikan agar para kader mampu menyampaikan edukasi keuangan secara efektif ke berbagai kelompok masyarakat.
Fatayat NU Siap Jadi Mitra Strategis OJK
Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah, Tazkiyatul Mutmainnah, mengapresiasi kolaborasi ini. Menurutnya, pelatihan tersebut sejalan dengan komitmen Fatayat NU dalam memberdayakan perempuan, termasuk meningkatkan kecakapan finansial keluarga.
“Kami siap menyebarluaskan edukasi keuangan melalui berbagai kegiatan organisasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” tegas Tazkiyatul.
Dengan program ini, OJK Jateng berharap para peserta dapat menjadi agen edukasi keuangan yang aktif di daerah masing-masing. OJK juga akan terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, dan pelaku jasa keuangan guna mewujudkan masyarakat Jawa Tengah yang cerdas finansial dan terlindungi.