SEMARANG — Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Tengah, Dwi Yasmanto, menilai capaian PAD provinsi belum optimal. Menurutnya, dominasi PKB dalam struktur pendapatan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah untuk melakukan diversifikasi.
Mengapa Ketergantungan pada PKB Dinilai Berisiko?
Anggota Komisi C DPRD Jateng yang akrab disapa Yayan itu menjelaskan, selama ini PAD Jawa Tengah masih ditopang oleh satu sektor utama. Ketergantungan ini membuat kemampuan fiskal daerah kurang kuat dan rentan terhadap fluktuasi.
"PAD kami yang paling utama masih ditopang dari pajak kendaraan bermotor. Karena capaian pendapatan belum bagus, pemerintah dituntut melakukan terobosan agar target pendapatan bisa tercapai," ujar Yayan saat ditemui dalam kegiatan FGD Kepemudaan di Semarang.
Dua Sektor Potensial yang Belum Optimal
DPRD Jateng mendorong optimalisasi potensi PAD dari sektor lain yang selama ini belum memberikan kontribusi signifikan. Dua di antaranya adalah pajak air permukaan dan pajak alat berat.
Kontribusi kedua sektor tersebut terhadap total pendapatan daerah dinilai masih kecil. Padahal, potensi ekonominya dinilai cukup besar jika dikelola dengan baik dan serius.
Koordinasi dengan Polda untuk Tingkatkan Kepatuhan Pajak
Sembari mencari sumber baru, Yayan mengungkapkan bahwa pihaknya juga memperkuat koordinasi dengan Polda Jawa Tengah. Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor.
"Kami berharap masyarakat lebih taat dan tertib membayar pajak. Pembangunan Jawa Tengah juga ditopang dari pajak yang dibayarkan masyarakat," katanya.
Menurut Yayan, pajak daerah merupakan sumber utama pembiayaan pembangunan di Jawa Tengah. Oleh karena itu, kesadaran warga untuk memenuhi kewajiban perpajakan menjadi krusial.
Apa Langkah Selanjutnya untuk Pemprov Jateng?
Desakan dari Fraksi Gerindra ini menjadi sinyal bagi Pemprov Jateng untuk segera merumuskan kebijakan fiskal yang lebih inovatif. Tanpa terobosan baru, target pendapatan daerah dikhawatirkan akan sulit tercapai di tengah tekanan ekonomi.