JAWA TENGAH — Kabar bahagia datang dari dr. Gia Pratama Putra. Setelah delapan tahun menikah dengan Syafira Imaniar, sang istri akhirnya hamil anak pertama lewat perjalanan program hamil yang penuh doa dan ikhtiar. Kisah mereka bisa jadi penyemangat ibu yang sedang berjuang mendapatkan momongan.
Dokter Gia Pratama Putra membagikan kabar kehamilan sang istri, Syafira Imaniar, melalui unggahan Instagram. Momen USG itu memperlihatkan pria 41 tahun tersebut meneteskan air mata saat mendengar detak jantung calon anak pertamanya.
Kabar tersebut disambut suka cita, mengingat pasangan ini sudah delapan tahun menanti kehadiran momongan. Perjalanan mereka tidak instan, tapi melewati berbagai tahap program hamil yang dijalani dengan sabar.
Perjalanan IVF yang Dimulai dari Pertemuan Kembali
Dokter Gia dan istri memutuskan kembali menjalani In Vitro Fertilization (IVF) setelah sempat merasakan kegagalan sebelumnya. Kali ini, paket program IVF ditawarkan oleh Dr. dr. Christofani E, SpOG, SubspFER, dokter obstetri dan ginekologi yang pernah bekerja bersamanya.
Semuanya bermula pada November 2025, saat Gia menjadi bintang tamu di podcast Raditya Dika dan membahas kasus 'rahim copot' yang ditanganinya belasan tahun lalu bersama dr. Christo. Kisah itu viral dan mempertemukan kembali keduanya.
"Gara-gara 'rahim copot' kemarin yang viral di Raditya Dika, dokter obgyn yang operasi bareng aku muncul lagi dan ketemu lagi, padahal sudah belasan tahun tidak bertemu," ungkap Gia, dikutip dari channel YouTube Jeda Nulis.
Christo yang mengetahui perjalanan Gia dan istri langsung menawarkan paket IVF. "Dia bilang ke aku, 'Kalian berdua nih mau punya anak atau enggak'. Ya aku gemeteran lah. Ya mau, aku kan sudah coba bayi tabung belum berhasil," sambungnya.
Doa di Tanah Suci di Tengah Program Bayi Tabung
Pada Mei 2026, Gia memutuskan menunaikan ibadah haji di tengah program bayi tabung. Selama di Tanah Suci, ia tak lupa memanjatkan doa untuk keberhasilan program IVF yang sedang dijalani.
"Perkara haji, aku juga doanya begini, 'Ya Allah, Ya Tuhanku, apalagi yang harus aku lakukan yang membuat Engkau rida, membuat aku menjadi seorang ayah'," kata Gia.
Setelah pulang haji pada Juni, istri Gia rencananya menjalani prosedur embrio transfer. Pada September, Gia sempat memperbarui perjalanan IVF-nya saat menanggapi isu yang menyeret nama influencer Fanny Kondoh.
Doa, Ikhtiar, dan Tawakal Jadi Pegangan
Jauh sebelum membicarakan rencana IVF ke publik, Gia pernah menulis tentang arti memiliki anak dalam unggahannya bersama sang istri. Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas YARSI ini mengungkap tiga hal yang tidak pernah berhenti ia lakukan.
"Do'a, Ikhtiar, dan Tawakal," tulis Gia. Ia juga menyebut keyakinannya bahwa Allah tahu yang terbaik, dengan atau tanpa anak.
Penantian panjang itu kini berbuah manis. "Alhamdulillah, Allah telah menjawab doa kita. Istriku, Syafira, hamil. Setelah menanti ratusan purnama, detak jantung janin kini terdengar," tulis Gia dalam caption unggahannya.
Yang Bisa Ibu Pelajari dari Kisah Ini
Perjalanan promil memang tidak selalu mulus, dan setiap pasangan punya waktunya sendiri. Yang penting, jalani dengan pendampingan dokter spesialis fertilitas agar setiap tahap, termasuk IVF, berjalan sesuai kondisi tubuh.
Dukungan pasangan dan keluarga juga jadi bekal penting saat menjalani program hamil. Jangan ragu berbagi cerita dengan komunitas atau tenaga kesehatan ketika merasa lelah secara emosional.
Kisah dr. Gia dan Syafira menunjukkan bahwa doa, ikhtiar, dan tawakal bisa berjalan beriringan dengan upaya medis. Selamat untuk keduanya, semoga kehamilan ini lancar sampai persalinan.