Pencarian

Pelindo Regional 4 Latih 36 Personel Tanggap Darurat di Makassar

Senin, 02 November 2026 • 12:20:01 WIB
Pelindo Regional 4 Latih 36 Personel Tanggap Darurat di Makassar
Peserta mengikuti pelatihan tanggap darurat yang digelar Pelindo Regional 4 di Makassar, Kamis (22/10/2026).

JAWA TENGAH — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menggelar workshop dan pelatihan tanggap darurat di Makassar, Kamis (22/10/2026), dengan melibatkan 36 peserta dari lingkungan Pelindo Group dan mitra kerja. Pelatihan digelar untuk memperkuat penerapan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di lingkungan operasional pelabuhan. Langkah ini menyasar kesiapsiagaan personel menghadapi risiko darurat yang bisa mengganggu layanan kepelabuhanan.

Pelatihan digelar di Kantor Pelindo Regional 4, Makassar, dan dibuka langsung oleh Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Akhirman. Perusahaan menggandeng PT Bina Inti Celebes sebagai penyelenggara kegiatan. Peserta tidak hanya berasal dari Pelindo Regional 4, tetapi juga dari sejumlah entitas grup dan mitra kerja yang beroperasi di kawasan tersebut.

Siapa Saja yang Ikut Pelatihan

Dari 36 peserta, 25 orang merupakan personel Pelindo Regional 4. Tiga peserta berasal dari PT Pelindo Jasa Maritim (PJM). Masing-masing dua peserta datang dari PT Pelindo Multi Terminal (PMT), PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT), Bank Mandiri, dan tenant kantin di Pelindo Regional 4.

Komposisi peserta yang lintas entitas menunjukkan pelatihan ini tidak hanya menyasar pekerja internal. Mitra kerja yang sehari-hari beraktivitas di area pelabuhan ikut dilibatkan agar punya pemahaman seragam soal prosedur darurat.

Mengapa Kesiapsiagaan Jadi Prioritas

Akhirman menegaskan penerapan HSSE bukan sekadar pemenuhan standar keselamatan. Menurutnya, perusahaan perlu membangun budaya kerja yang mengutamakan pencegahan risiko dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.

"Keselamatan kerja bukan sekadar kewajiban, melainkan komitmen yang harus melekat dalam setiap aktivitas perusahaan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh personel memiliki kesiapan, kompetensi, dan kemampuan merespons berbagai potensi keadaan darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi," ujar Akhirman.

Lingkungan kerja kepelabuhanan memiliki karakteristik operasional yang dinamis. Personel dituntut mampu mengidentifikasi potensi bahaya, memahami prosedur penanganan darurat, dan mengambil tindakan tepat untuk meminimalkan risiko.

Karena itu, peningkatan kompetensi lewat pelatihan berkelanjutan menjadi langkah strategis perusahaan. Tujuannya ganda: memperkuat sistem keselamatan sekaligus menjaga aktivitas operasional tetap aman dan optimal.

Peran Mitra Kerja dalam Respons Darurat

Komisaris PT Bina Inti Celebes, Sulaiman, menyebut kesiapan personel menjadi faktor penentu dalam kondisi darurat. Pengetahuan soal prosedur keselamatan, kata dia, harus diimbangi keterampilan mengambil tindakan cepat dan tepat.

"Dalam kondisi darurat, kesiapan personel menjadi faktor yang sangat menentukan. Pengetahuan mengenai prosedur keselamatan harus diimbangi dengan keterampilan dan kemampuan mengambil tindakan secara cepat dan tepat agar potensi dampak terhadap manusia, fasilitas, maupun lingkungan dapat diminimalkan," kata Sulaiman.

Keterlibatan berbagai unsur perusahaan dan mitra kerja dinilai penting untuk membangun pemahaman serta kesamaan langkah. Ia berharap pelatihan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta, tetapi diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Dampak ke Layanan Pelabuhan

Penguatan budaya HSSE tidak dapat dipisahkan dari upaya Pelindo meningkatkan kualitas layanan. Lingkungan kerja yang aman dan kesiapsiagaan yang baik menjadi fondasi operasional pelabuhan yang andal, produktif, dan berkelanjutan.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memperjelas peran dan tanggung jawab masing-masing. Pola respons terhadap berbagai potensi risiko di lingkungan kerja juga ditargetkan lebih efektif dan terkoordinasi.

Pelindo Regional 4 berkomitmen mendorong penerapan HSSE secara konsisten dan berkelanjutan. Perlindungan terhadap pekerja, mitra kerja, fasilitas, dan lingkungan ditempatkan sebagai prioritas dalam setiap proses bisnis perusahaan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarsorong.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks