BANJARNEGARA — Bupati Amalia Desiana memimpin langsung penyambutan rombongan kontingen di halaman kantor Setda Banjarnegara. Ia menyampaikan rasa bangga atas dedikasi seluruh atlet yang telah membawa nama harum daerah di ajang empat tahunan tersebut.
“Seluruh atlet perwakilan Kabupaten Banjarnegara sudah luar biasa berjuang membawa nama baik daerah. Apa pun hasilnya, di hati kami, kalian adalah juara Banjarnegara,” ujar Amalia dalam sambutannya.
Peringkat Turun, tetapi Grafik Prestasi Meningkat
Ketua KONI Banjarnegara Nurohman Ahong memaparkan hasil akhir perjuangan kontingen. Dari total 68 medali yang diamankan, 25 di antaranya emas, 17 perak, dan 26 perunggu.
“Secara peringkat kita harus jujur mengakui ada penurunan dari posisi ke-9 pada Porprov sebelumnya. Namun, secara grafik prestasi ada peningkatan signifikan di berbagai cabang olahraga,” ungkap Nurohman.
Posisi ke-11 secara keseluruhan menjadi catatan tersendiri bagi KONI Banjarnegara. Penurunan pundi emas disebut turut dipengaruhi pengurangan 12 nomor pertandingan pada cabang arung jeram oleh tuan rumah.
Faktor Arung Jeram dan Evaluasi Menuju Kedu Raya 2030
Pengurangan nomor di cabang arung jeram menjadi salah satu faktor yang diidentifikasi KONI sebagai penyebab berkurangnya peluang medali emas. Meski begitu, Nurohman memastikan seluruh atlet terhindar dari cedera fatal selama berlaga.
Bupati Amalia menegaskan nilai perjuangan atlet tidak hanya diukur dari jumlah medali. Menurutnya, semangat pantang menyerah di arena pertandingan menjadi ukuran yang sama pentingnya.
Ia juga bersyukur seluruh kontingen kembali dalam kondisi sehat tanpa kurang suatu apa pun. Kekompakan dan sportivitas selama bertanding menjadi modal berharga bagi pembinaan olahraga daerah ke depan.
Catatan untuk Porprov Jateng 2030 di Kedu Raya
Seluruh hasil Porprov XVII 2026 bakal dijadikan bahan evaluasi mendalam. KONI Banjarnegara menargetkan perbaikan menyeluruh menatap ajang berikutnya.
“Hasil yang sudah kita dapat hari ini menjadi bahan evaluasi bagi kita untuk meraih hasil lebih baik lagi pada Porprov Jateng 2030 di Kedu Raya,” pungkas Nurohman.
Evaluasi diarahkan pada pembinaan cabang olahraga yang dinilai punya potensi besar, termasuk menjaga konsistensi atlet muda yang tampil di Porprov kali ini.