SEMARANG — Kemenangan 62-33 atas Banjarnegara menjadi respons positif bagi tim Kota Bengawan setelah kalah 22-64 dari tuan rumah Kota Semarang pada laga pembuka, Senin (26/10/2026). Kekalahan telak itu terjadi saat Solo menghadapi salah satu lawan terberat di fase penyisihan.
Avanova Bimo menyebut perbaikan permainan tim belum diikuti disiplin penguasaan bola. Angka turnover yang tinggi membuat lawan lebih mudah mencetak poin.
Turnover 33-34 Kali Jadi Pekerjaan Rumah Utama
Bimo menilai jumlah kehilangan bola pada pertandingan kedua masih jauh dari standar yang dia inginkan. Menurutnya, angka tersebut berpotensi merugikan tim pada laga-laga berikutnya.
"Pertandingan kedua ini masih jelek menurut saya. Memang ada progres dari segi permainan tim, tetapi turnover-nya masih sekitar 33 atau 34 kali. Angka sebanyak itu menurut saya sangat jelek dan masih perlu diperbaiki," ujar Bimo kepada tim media KONI Solo.
Kehilangan bola berulang kali memberi Banjarnegara kesempatan mencetak poin lebih mudah. Tim pelatih menuntut para pemain lebih cermat saat membangun serangan maupun mempertahankan penguasaan bola.
Jovelyn Andrea Akui Kesalahan Masih Sering Terjadi
Perwakilan pemain Surakarta, Jovelyn Andrea, mengakui persoalan turnover masih perlu perhatian serius. Dia berharap tim mengurangi kesalahan agar tidak memberi keuntungan kepada lawan.
"Evaluasinya masih banyak, terutama turnover karena itu bisa membuat lawan mendapatkan poin dengan mudah. Besok kami harus lebih berhati-hati supaya kesalahan seperti itu bisa dikurangi," kata Jovelyn.
Pertahanan Juga Disorot Meski Banjarnegara Hanya Cetak 33 Poin
Selain turnover, Bimo menyoroti aspek pertahanan tim. Meski mampu membatasi Banjarnegara hingga 33 poin, dia menilai jumlah tersebut masih perlu ditekan agar Surakarta tampil lebih solid.
"Defense juga masih perlu diperbaiki. Kami kemasukan 33 poin dan menurut saya itu masih sangat tinggi. Mudah-mudahan saat menghadapi Kebumen nanti, kami bisa mendapatkan hasil yang maksimal," harapnya.
Laga melawan Kabupaten Kebumen pada Rabu (28/10/2026) menjadi ujian berikutnya bagi Solo. Perbaikan disiplin bola dan pertahanan akan menentukan apakah tim Kota Bengawan mampu menjaga momentum di fase penyisihan Porprov Jateng XVII/2026.