Pencarian

BPP Kota Pekalongan Raih Juara 3 Lomba Video Kreatif Penyuluh Pertanian Tingkat Nasional, Ini Cerita di Baliknya

Selasa, 08 September 2026 • 14:46:01 WIB
BPP Kota Pekalongan Raih Juara 3 Lomba Video Kreatif Penyuluh Pertanian Tingkat Nasional, Ini Cerita di Baliknya
BPP Kota Pekalongan menerima penghargaan juara ketiga Lomba Video Kreatif Penyuluh Pertanian Tingkat Nasional dari Menteri Pertanian RI pada 17 Agustus 2026.

PEKALONGAN — Inovasi penyuluhan pertanian di Kota Pekalongan kembali menembus level nasional. Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kota Pekalongan sukses membawa pulang Peringkat III Lomba Video Kreatif Penyuluh Pertanian Tahun 2026 untuk subkategori Pertanian Modern, Petani Makmur.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pertanian RI pada 17 Agustus 2026. Raihan ini membuktikan bahwa kemajuan sektor pertanian tidak hanya diukur dari teknologi di lahan, tetapi juga dari cara penyuluh mengemas edukasi bagi masyarakat.

Peran Baru Penyuluh: Dari Pendamping Lapangan Menjadi Konten Kreator

Di balik video berdurasi pendek yang memikat juri, ada cerita tentang adaptasi. Yetty Marlince, S.Tr.P, Penyuluh Pertanian Ahli Pertama yang membina wilayah Kecamatan Pekalongan Selatan, mengaku ini adalah pengalaman pertamanya merangkap sebagai pembuat konten.

Video yang diikutsertakan mengangkat kisah nyata aktivitas penyuluh bersama petani di lapangan. Dikemas secara informatif dan mudah dipahami, video tersebut mencoba mendobrak cara konvensional penyampaian materi pertanian.

Praktik Pertanian Modern di Kota Pekalongan: Drone Hingga Combine Harvester

Pertanian modern yang ditampilkan dalam video bukanlah sekadar pencitraan. Yetty, yang akrab disapa Marlin, menjelaskan bahwa penerapan teknologi sudah berjalan nyata di lahan.

  • Pengolahan lahan menggunakan traktor TR4 dan crawler.
  • Penanaman padi memanfaatkan mesin transplanter.
  • Penyemprotan pestisida dilakukan dengan bantuan drone.
  • Proses panen menggunakan combine harvester.

“Pertanian modern bukan sekadar soal penggunaan mesin yang canggih, tetapi bagaimana teknologi tersebut benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi petani,” tegas Marlin saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2026).

Bukan Sekadar Peringkat, Melainkan Titik Awal Edukasi ke Generasi Muda

Ketua Tim Kerja CWS (Co-Working Space) Kota Pekalongan, Amalia Khusna, S.STP, menilai capaian ini memiliki makna lebih besar dari sekadar posisi di klasemen. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi pelecut semangat penyuluh untuk terus beradaptasi dengan perubahan cara masyarakat mengakses informasi.

“Penghargaan tersebut bukan sekadar persoalan peringkat. Capaian nasional itu menjadi motivasi bagi penyuluh untuk terus belajar, berkreasi, serta mengikuti perubahan cara masyarakat memperoleh informasi,” kata Amalia, Rabu siang (2/9/2026).

Keberhasilan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperluas jangkauan edukasi pertanian, terutama melalui media sosial. Targetnya jelas: menarik minat generasi muda terhadap sektor pertanian.

“Lomba ini bukan menjadi titik akhir, tetapi justru menjadi titik awal untuk memperluas edukasi dan penerapan pertanian modern di Kota Pekalongan,” pungkas Marlin.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mediarcm.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks