BATANG — Hasil di bawah target ini langsung menjadi bahan evaluasi internal pengurus sebelum atlet kembali menjalani pemusatan latihan. Ketua IPSI Kabupaten Batang, Danang Aji Saputra, memastikan evaluasi menyeluruh akan dilakukan, terutama kepada atlet yang gagal memenuhi target kemenangan di final.
"Dari enam atlet, empat masuk final. Targetnya empat emas, ternyata tiga emas dan satu perak," ujar Danang, Senin (24/8/2026).
Kegagalan memenuhi target tersebut dinilai krusial karena PUPOC 5 sejak awal diposisikan sebagai ajang uji tanding utama sebelum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah bergulir. Hasil ini menjadi alarm bagi tim pelatih untuk membenahi kekurangan atlet.
Fokus Evaluasi: Fisik dan Teknis di Atas Gelanggang
Danang menegaskan bahwa evaluasi tidak hanya berhenti pada hasil akhir medali. Pihaknya akan memeriksa secara detail aspek kondisi fisik atlet hingga persoalan teknis saat menjalani pertandingan di atas gelanggang.
"Semua evaluasi yang akan kita kerjakan nanti sudah kita perintahkan kepada pelatih," kata Danang.
Perbaikan ini menjadi pekerjaan rumah utama IPSI Batang sebelum menentukan komposisi atlet yang benar-benar siap bertarung di Porprov. Persaingan di level provinsi dipastikan lebih ketat dibanding kejuaraan antarperguruan seperti PUPOC.
Gelaran PUPOC 5: 392 Pesilat dari 31 Kontingen
Kejuaraan Penjas UMPP Pencak Silat Open Championship 5 (PUPOC 5) sendiri berlangsung selama tiga hari, 21–23 Agustus 2026. Ajang ini digelar di GOR Abirawa, Kabupaten Batang.
Partisipasi peserta cukup ramai. Sebanyak 392 pesilat dari 31 kontingen berbagai daerah ambil bagian dalam kejuaraan yang mempertemukan atlet dari sejumlah perguruan pencak silat di Jawa Tengah dan sekitarnya.
Bagi tuan rumah, turnamen ini menjadi kesempatan emas mengukur kemampuan atlet di hadapan pendukung sendiri sekaligus memetakan kekuatan lawan dari daerah lain. Namun, hasil kurang maksimal justru didapat di kandang sendiri, sehingga evaluasi menjadi prioritas utama.
Jadwal Porprov dan Persiapan Atlet
Dengan evaluasi yang berjalan, IPSI Batang diharapkan segera mendapatkan gambaran jelas mengenai atlet yang layak diproyeksikan ke Porprov. Perbaikan fisik dan teknis menjadi kata kunci dalam setiap sesi latihan ke depan.
Tekanan kini berada di pundak para pelatih untuk mengoreksi kesalahan dan meningkatkan performa atlet. Sisa waktu sebelum Porprov akan dimanfaatkan maksimal untuk memastikan target medali yang sempat meleset tidak kembali terulang di ajang yang lebih prestisius.