Pencarian

Debit Air PDAM Menurun di Semarang Timur, Puluhan Wilayah Terdampak Warga Keluhkan Tekanan Melemah

Senin, 31 Agustus 2026 • 23:06:33 WIB
Debit Air PDAM Menurun di Semarang Timur, Puluhan Wilayah Terdampak Warga Keluhkan Tekanan Melemah
Petugas PDAM Tirta Moedal memeriksa instalasi pengolahan air di IPA Kudu, Semarang, yang mengalami penurunan pasokan air baku akibat musim kemarau.

SEMARANG — Suplai air bersih dari PDAM Tirta Moedal ke sejumlah wilayah di Semarang Timur mengalami penurunan dalam sepekan terakhir. Kepala Humas PDAM Tirta Moedal, Charisma Mayang Sari, menyatakan penurunan ketersediaan air baku di IPA Kudu menjadi penyebab utama gangguan distribusi ini.

"Penurunan ketersediaan air baku tersebut terjadi sebagai dampak musim kemarau. Kondisi ini berpengaruh terhadap proses produksi sekaligus pendistribusian air minum kepada pelanggan di sejumlah wilayah Semarang Timur," kata Mayang dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/8/2026).

Apa Dampak yang Dirasakan Warga?

Lia (35), warga Kecamatan Pedurungan, mengaku pasokan air di rumahnya tidak lagi normal sejak seminggu terakhir. Ia sempat mendapati air keruh dan berbau kaporit, kini tekanan airnya justru mengecil drastis.

"Dua hari terakhir debit airnya makin kecil, di rumah buat kamar mandi," ujarnya saat dihubungi wartawan, Senin (31/8/2026).

Penurunan tekanan paling terasa ketika beberapa keran digunakan bersamaan. "Mulai dari tadi pagi ketika keran kamar mandi sudah aku buka dan itu tidak sekencang biasanya, keran wastafel tidak ngalir. Kayak harus salah satu yang nyala," ungkap Lia.

Keluhan serupa disampaikan Yosep (33), warga Kecamatan Tembalang. Dalam sepekan terakhir, aliran air PDAM di rumahnya beberapa kali berhenti, terutama pada sore hingga malam hari.

"Beberapa kali dalam sepekan ini, seperti jam 4 sore itu aku di rumah, mandi mau ngidupin PDAM itu nggak ngalir dan jam 8 malam nggak ngalir," kata Yosep.

Saat air kembali mengalir, tekanannya tidak cukup kuat untuk mengisi tandon atas. Yosep juga menyebut kondisi air berubah keruh saat tekanan aliran membesar.

Apakah Pasokan Air Baku di Bendung Klambu Menurun?

Mayang belum dapat memastikan besaran penurunan debit air di IPA Kudu. Pasokan air baku untuk instalasi tersebut berasal dari Bendung Klambu dan jumlahnya fluktuatif setiap hari.

"Untuk jumlah pasokannya ini detailnya setiap hari kan fluktuatif. Nggak bisa terus kita detailkan angka yang fix gitu karena setiap hari pasti pasokan ini naik turun. Karena kalau (IPA) Kudu itu kan asalnya dari Bendung Klambu," bebernya.

PDAM Tirta Moedal disebut telah meningkatkan kesiapsiagaan dalam sepekan terakhir. Dampak kemarau terhadap pasokan air belum terlalu terasa sekitar dua pekan sebelumnya.

"Sebetulnya dalam seminggu ini sih kita sudah siagakan terus, siap sedia terus. Karena memang makin ke sini, kemaraunya ini semakin kering. Sehingga kemarin itu dalam medium dua minggu yang lalu sih masih belum terasa dampaknya," ucapnya.

Wilayah Mana Saja yang Terdampak?

Berdasarkan data PDAM Tirta Moedal, penurunan ketersediaan air baku di IPA Kudu berdampak pada puluhan wilayah di Semarang Timur dan sekitarnya. Sejumlah kawasan yang masuk daftar antara lain:

Bukit Kencana Jaya, Bukit Sendangmulyo, Rowosari, Meteseh, Kebontaman, Kedungmundu, Sendangguo, Gayamsari Selatan, Kinibalu, Karanggawang, Plamongan Sari, Plamongan Indah, Penggaron, Pedurungan, Majapahit, Fatmawati, Klipang, Ketileng, Jomblang, Tentara Pelajar, Peterongan, Tanah Putih, Wahidin, Singotoro, Kaligawe, Padi, Kapas, Tenggang dan Cilosari.

Termasuk juga wilayah Sendang Indah, Masjid Terboyo, Pengapon, Raden Patah, Industri Kaligawe, Purnosari, Pasar Kobong, Genuk, Trimulyo, Widuri, Dongbiru, Karangroto, Kudu, Syuhada, Woltermonginsidi, Muktiharjo, Tlogosari, Tlogomulyo, Pedurungan Lor, Palebon, Soekarno-Hatta, Citarum, Progo, Pelabuhan, Ronggowarsi.

Mayang menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas kemungkinan gangguan pelayanan yang terjadi. "Tirta Moedal menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas kemungkinan gangguan pelayanan yang terjadi," pungkasnya.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: indoraya.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks