REMBANG — Peristiwa kebakaran menghanguskan sebuah rumah di Dukuh Ngrandu, Desa Pulo, Kecamatan Rembang, pada Rabu dini hari sekitar pukul 00.06 WIB. Dalam insiden tersebut, pemilik rumah bernama Subakri (67) ditemukan sudah tidak bernyawa saat petugas berhasil masuk ke dalam bangunan yang terbakar.
Korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Rembang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan pemeriksaan luar oleh dokter IGD, Subakri mengalami luka bakar pada bagian kaki.
Pemicu Kebakaran dan Kronologi Ditemukannya Korban
Kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Eko Siswanto yang mendengar suara letusan dari arah rumah korban. Saat keluar rumah, Eko melihat api sudah muncul dari bagian bawah genteng dan langsung berteriak memanggil warga serta anak korban untuk meminta pertolongan.
Petugas pemadam kebakaran (Damkar) BPBD Rembang bersama kepolisian tiba di lokasi sekitar pukul 00.20 WIB. Mereka langsung berupaya memadamkan api sekaligus menyelamatkan korban yang masih berada di dalam rumah, namun nyawa Subakri tak tertolong.
Kapolsek Rembang AKP Sutikno menjelaskan, penyebab kematian korban diduga kuat akibat trauma inhalasi. "Penyebab kematian karena trauma inhalasi, yakni kondisi ketika seseorang menghirup udara panas, asap atau gas beracun," kata Sutikno.
Petugas Sempat Tersetrum saat Proses Pemadaman
Proses pemadaman kebakaran tidak berjalan mulus. Aliran listrik di sekitar lokasi masih menyala, sehingga petugas dan warga yang membantu sempat mengalami setrum. Mereka harus menunggu petugas PLN datang untuk memutus arus listrik sebelum melanjutkan proses pemadaman dan evakuasi.
"Arus listrik yang masih ada membuat proses pemadaman dan evakuasi harus menunggu PLN untuk memutus arus. Petugas dan warga sempat tersetrum saat hendak melakukan pemadaman dan evakuasi," ujar Sekdin BPBD Rembang, M. Luthfi Hakim.
Sebelum kejadian, korban diketahui sedang berada di dalam rumah dalam kondisi sakit. Istri korban, Endang, mengaku terakhir melihat Subakri tidur di kamar sekitar pukul 22.30 WIB sebelum pergi ke rumah anaknya untuk mengurus cucu.
Kerugian Material Ditaksir Capai Rp100 Juta
Damkar mengerahkan satu unit mobil pemadam dan dua unit tangki suplai untuk menjinakkan api. Setelah api padam, petugas melakukan pendinginan dan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Kebakaran ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit. Satu unit sepeda motor Honda Supra X 125 milik korban ikut terbakar. BPBD Rembang memperkirakan total kerugian mencapai sekitar Rp100 juta.
Meski BPBD menduga kebakaran dipicu oleh korsleting listrik, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut. "Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan," terang AKP Sutikno.