SEMARANG — Sebanyak 73 santri dan pengasuh pondok pesantren di Jawa Tengah dipastikan menerima beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dari jumlah tersebut, 15 orang lolos untuk studi strata satu (S1) di luar negeri, sementara 58 lainnya akan menempuh pendidikan di dalam negeri.
Pengumuman hasil seleksi ini disampaikan menyusul rangkaian wawancara yang digelar di Ruang Muria, Kompleks Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Jawa Tengah, pada Sabtu, 25 Juli 2026. Program ini merupakan bagian dari perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap pemberdayaan sumber daya manusia di lingkungan pesantren.
942 Pendaftar Bersaing, Hanya 73 yang Lolos
Berdasarkan data Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Provinsi Jawa Tengah, total pendaftar mencapai 942 orang. Rinciannya, 702 pendaftar merupakan santri dan 240 lainnya adalah pengasuh pesantren.
Ketua LFSP Provinsi Jawa Tengah, Hasyim Muhammad, menyatakan bahwa nama-nama penerima beasiswa telah diumumkan pada 3 Agustus 2026. "Semuanya santri dan pengasuh pesantren, karena beasiswa ini khusus untuk mereka," ujarnya.
Materi Seleksi: Baca Kitab Kuning hingga Wawasan Kebangsaan
Para calon penerima beasiswa menjalani dua tahap seleksi, yakni tes akademik dan wawancara. Dalam sesi wawancara, materi yang diuji meliputi kemampuan membaca kitab kuning, hafalan Al-Qur'an, wawasan kepesantrenan, dan wawasan kebangsaan.
Suasana wawancara terlihat di Ruang Muria, di mana para peserta laki-laki mengenakan sarung, baju putih panjang, dan peci. Sementara peserta perempuan tampak mengenakan kerudung, baju putih, dan bawahan rok. Di sudut-sudut ruangan, sebagian peserta terlihat melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an atau membaca kitab kuning sambil menjelaskan maknanya.
Bidang Studi Beragam, dari Kedokteran hingga Pertanian
Para penerima beasiswa akan menempuh berbagai bidang studi. Beberapa di antaranya adalah kedokteran, keperawatan, kesehatan masyarakat, pertanian, humaniora, dan keislaman.
Untuk tujuan luar negeri, para penerima beasiswa akan ditempatkan di sejumlah negara, termasuk China, Al Azhar Mesir, dan Yaman.
Beasiswa Mencakup Biaya Hidup hingga Tiket Pesawat
Hasyim menjelaskan, penerima beasiswa luar negeri akan mendapatkan sejumlah fasilitas. Fasilitas itu meliputi biaya kuliah, biaya visa, biaya hidup, asuransi kesehatan, dan bantuan tiket pesawat pulang-pergi.
Sementara itu, bagi penerima beasiswa dalam negeri, bantuan diberikan dalam bentuk uang kuliah tunggal (UKT) hingga delapan semester. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas SDM santri dan pengasuh pesantren di Jawa Tengah, sejalan dengan komitmen Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maemoen.