Pencarian

SLBN Banjarnegara Bekali Siswa Berkebutuhan Khusus dengan 12 Program Vokasi, dari Batik hingga Cuci Motor

Jumat, 24 Juli 2026 • 19:58:01 WIB
SLBN Banjarnegara Bekali Siswa Berkebutuhan Khusus dengan 12 Program Vokasi, dari Batik hingga Cuci Motor
SLBN Banjarnegara menyediakan 12 program vokasi bagi siswa berkebutuhan khusus, mulai dari membatik hingga cuci motor.

BANJARNEGARA — Pelaksana Tugas Kepala SLBN Banjarnegara, Antono Aribowo, mengatakan program vokasi dirancang untuk merespons tantangan masa depan anak berkebutuhan khusus. Fokusnya bukan sekadar nilai akademik, melainkan penggalian potensi unik masing-masing siswa.

"Secara mata pelajaran formal, semua siswa memang mendapatkan hak pembelajaran yang sama. Namun lewat kegiatan vokasi, kita menggali potensi khusus yang dimiliki masing-masing anak secara lebih mendalam," ujarnya, Rabu (22/7/2026).

Dari Batik hingga Cuci Motor: Ragam Pilihan Keterampilan

Untuk memfasilitasi minat yang beragam, sekolah menyediakan pelatihan di bidang teknologi informasi, pertanian dan perikanan, tata boga, tata busana, tata graha, membatik, seni lukis, kriya kayu, hingga jasa cuci sepeda motor dan mobil. Pendekatan ini dilakukan secara fleksibel, disesuaikan dengan minat pribadi siswa maupun hasil pengamatan guru.

Purwo Handoko, salah satu guru pendamping, menegaskan bahwa hambatan intelektual maupun sensorik bukan alasan untuk membatasi ruang berkarya anak-anak. "Kami mencoba mengangkat kemampuan mereka di bidang lain. Kecenderungan minat itu kita arahkan ke bidang keterampilan agar setelah lulus nanti mereka memiliki bekal nyata," katanya.

Target: Lulusan Tak Bingung Arah Masa Depan

Melalui pembekalan ini, sekolah menargetkan para lulusan tidak lagi bingung menentukan arah masa depannya. Harapannya, mereka mampu mandiri bahkan membuka usaha sendiri dengan bekal ilmu yang telah dipelajari.

"Harapan besar kita benar-benar selaras dengan slogan sekolah, yaitu ceria, mandiri dan berprestasi. Minimal anak-anak bisa mandiri, bahkan mampu membuka usaha dengan bekal ilmu yang telah mereka pelajari di sekolah," imbuh Antono.

Meski sebagian siswa memerlukan waktu beradaptasi pada tahap awal, proses pendampingan yang sabar dan konsisten berhasil memupuk antusiasme mereka. Program ini menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi inklusif dapat menjadi jalan keluar bagi penyandang disabilitas untuk hidup mandiri dan berkarya di tengah masyarakat.

Bagikan
Sumber: joglojateng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks