BANJARNEGARA — Di usianya yang menginjak 11 tahun, Almira Azzahra belum pernah merasakan bangku sekolah. Keterbatasan penglihatan yang dideritanya sejak lahir menjadi hambatan utama. Namun, secercah asa kini muncul setelah ia menerima bantuan kacamata pintar dari Presiden Prabowo Subianto.
Kacamata pintar itu disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) di Banjarnegara pada Senin (13/7/2026). Alat berbasis kecerdasan buatan ini mampu mendeteksi objek dan membaca teks di sekeliling pengguna melalui sensor suara secara real-time.
Apa Itu Kacamata Pintar yang Diterima Almira?
Ketua Yayasan GSN, Letjen TNI (Purn) Dr. Teguh Arif Indratmoko, menjelaskan bahwa perangkat ini merupakan inovasi mutakhir yang difokuskan untuk anak-anak difabel netra. Fungsinya seperti asisten audio yang membantu pengguna memahami kondisi lingkungan sekitar tanpa harus melihat.
“Bantuan ini menghadirkan inovasi mutakhir berupa kacamata pintar yang dikhususkan untuk anak-anak difabel netra,” ujar Teguh dalam keterangannya.
Infeksi Tokso Jadi Penyebab Keterbatasan Penglihatan
Ayah Almira, Suwarno, menuturkan bahwa kondisi penglihatan anaknya terganggu akibat infeksi toksoplasmosis atau yang biasa disebut tokso. Penyakit itu membuat Almira sulit beraktivitas secara mandiri, termasuk dalam hal pendidikan formal.
“Iya terhambat, penglihatannya yang terhambat. Itu karena penyakit tokso itu,” ungkap Suwarno saat ditemui usai menerima bantuan.
Rencana Sekolah di SLB dan Harapan ke Depan
Meski belum pernah bersekolah, keluarga Suwarno tidak patah arang. Ia mengaku sudah menyusun rencana untuk menyekolahkan Almira di Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ramah bagi anak berkebutuhan khusus.
“Saat ini belum sekolah. Rencananya sih pengen disekolahin di SLB gitu,” tambahnya.
Kehadiran kacamata pintar ini diyakini akan sangat membantu Almira saat nanti mulai bersekolah. Alat tersebut diharapkan menjadi jembatan baginya untuk mengenali situasi di sekeliling secara lebih adaptif.
“Ini bantuan kacamata pintar dari Pak Prabowo katanya. Ya semoga bisa bermanfaat untuk anak saya ke depan,” ujar Suwarno penuh harap.
Dengan teknologi asistif ini, Almira kini memiliki peluang untuk mengenal dunia luar secara lebih mandiri—sebuah langkah kecil yang berarti bagi masa depannya.