Pencarian

BYD Australia Akui Salah Kirim 1.265 Unit Mobil Rakitan 2025, Buka Opsi Pengembalian Dana Penuh

Kamis, 16 Juli 2026 • 02:16:31 WIB
BYD Australia Akui Salah Kirim 1.265 Unit Mobil Rakitan 2025, Buka Opsi Pengembalian Dana Penuh
BYD Australia mengakui kesalahan pengiriman 1.265 unit mobil rakitan 2025 yang diklaim sebagai model 2026 kepada pelanggan.

JAWA TENGAH — Insiden ini mencuat setelah unggahan di grup pengguna BYD di media sosial menyedot perhatian publik. Salah satu pelanggan dari Melbourne, Zoheb Khan, baru menyadari kejanggalan setelah beberapa pekan mengendarai BYD Atto 3 Premium miliknya. Ia mendapat telepon dari layanan pelanggan BYD yang menjelaskan bahwa terjadi kesalahan administrasi—mobil yang ia kendarai dibuat pada 2025, bukan 2026.

Khan mengaku merasa tertipu. “Ini sangat tidak etis, tampaknya taktik yang sangat murahan bagi saya,” katanya, seperti dikutip dari ABC News. Setelah memeriksa nomor identifikasi kendaraan (VIN), ia memastikan mobil tersebut memang produksi tahun lalu.

Kompensasi Ditolak, Pembeli Minta Ganti Rugi Lebih Besar

BYD awalnya menawarkan kompensasi sebesar 1.100 dolar Australia (sekitar Rp 13,8 juta) kepada Khan sebagai bentuk permintaan maaf. Namun, tawaran itu ditolak mentah-mentah. Khan menilai selisih kompensasi tidak sebanding dengan potensi kerugian depresiasi nilai mobil saat dijual kembali. Ia justru meminta ganti rugi sebesar 3.000 dolar Australia (sekitar Rp 37 juta) atau mobil pengganti yang benar-benar diproduksi tahun 2026.

Kesalahan Administrasi Bukan Penipuan, Klaim BYD

Menanggapi polemik ini, Direktur Humas BYD Australia, Paul Ellis, menyampaikan permintaan maaf resmi. Ellis menegaskan bahwa insiden ini murni kesalahan administratif dan bukan praktik penipuan yang disengaja. “Kami akan menawarkan pengembalian dana penuh kepada pelanggan. Mereka akan menerima pengembalian dana tersebut dan jika mereka ingin melakukan transaksi baru, mereka dapat membeli BYD lain dari kami,” ujar Ellis.

Ellis menjelaskan bahwa kesalahan terjadi karena pihaknya salah menggunakan tanggal keluarnya mobil dari pabrik, bukan tanggal pembuatan. Ia meyakinkan bahwa secara material, tidak ada perbedaan antara kendaraan tahun 2025 dan 2026. “Ini tidak mempengaruhi kepatuhan mobil dalam hal peraturan desain Australia. Ini tidak mempengaruhi garansi kendaraan atau kinerjanya. Ini hanyalah tanggal pembuatan,” tambahnya.

BYD Akan Hubungi Seluruh Pelanggan Terdampak

Perusahaan berkomitmen menghubungi 1.265 pelanggan yang terdampak melalui telepon, email, dan pesan teks untuk memberikan tawaran terbaru. Bagi konsumen yang memilih pengembalian dana penuh, mereka dapat menggunakannya untuk melakukan transaksi pembelian baru unit BYD lainnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan serupa dari pasar Indonesia terkait kesalahan tahun produksi pada unit BYD yang beredar di dalam negeri.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks