SEMARANG — Executive Chairman IOA Global Pte Ltd, Daryl Tan Chen Ming, menyebut kunjungan delegasinya ke Jawa Tengah merupakan pemetaan awal potensi kerja sama. Rencananya, mitra-mitra strategis dari Fujian dan Xiamen, China, akan datang pada Oktober mendatang untuk memfinalisasi rencana investasi.
"Pertemuan ini masih merupakan kunjungan awal. Nantinya, mitra-mitra kami akan datang pada Oktober sehingga kita bisa memfinalisasi apa saja yang perlu dikerjakan bersama," kata Daryl dalam keterangan tertulis Pemprov Jateng.
Manufaktur Sepatu Teknologi Tinggi dari Fujian
Salah satu mitra yang akan dibawa adalah perusahaan manufaktur sepatu berteknologi tinggi asal Fujian, China. Perusahaan tersebut disebut serius menjajaki pembangunan fasilitas produksi di Jawa Tengah.
Selain sepatu, IOA Global juga berencana menghadirkan investor dari sejumlah negara Eropa untuk melihat langsung potensi lokasi, dukungan pemerintah, kesiapan tenaga kerja, serta kebutuhan spesifik investasi. Daryl menegaskan proyek ini bersifat jangka panjang, tidak hanya di sektor industri tetapi juga pendidikan.
Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja Jadi Paket Komplementer
Kerja sama tidak berhenti di pabrik. Daryl menyebut keluarganya telah mengembangkan sekitar 120 sekolah dan perguruan tinggi di Xiamen selama lebih dari satu abad. Pengalaman itu membuka peluang pertukaran mahasiswa, dosen, dan tenaga ahli antara Jawa Tengah dan China.
"Saya kira kerja sama pendidikan akan membawa kedua wilayah ke tingkat yang lebih tinggi. Pendidikan ini juga merupakan rencana jangka panjang yang bisa dilakukan oleh kedua wilayah," ujar Daryl.
Generasi muda Jawa Tengah disebut berpeluang mengikuti pendidikan atau pelatihan di China. Sebaliknya, tenaga ahli dari China akan datang untuk memberikan pelatihan teknologi baru bagi tenaga kerja lokal.
Kedekatan Budaya dengan Fujian Jadi Modal Tambahan
Chief Executive IOA Global Pte Ltd, Razali Ramli, menambahkan bahwa Jawa Tengah memiliki kedekatan budaya dengan masyarakat dan pelaku usaha dari Fujian. Banyak pengusaha asal Fujian telah memiliki jaringan usaha di wilayah tersebut.
"Karena itu, saya rasa budayanya memiliki banyak persamaan. Jadi, lebih mudah bagi masyarakat ataupun pengusaha dari Provinsi Fujian untuk datang ke sini karena terdapat elemen-elemen yang lebih mereka pahami dibandingkan daerah lain di Indonesia," kata Razali.
Pemprov Jateng Siapkan Kawasan Industri dan Jaminan Perizinan
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan pemerintah daerah siap memberikan kepastian, keamanan, pendampingan, serta mengawal proses perizinan calon investor. Pemprov Jateng menawarkan sejumlah kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus yang bisa dipilih sesuai kebutuhan perusahaan.
Industri padat karya menjadi salah satu prioritas karena dinilai mampu menyerap banyak tenaga kerja. Luthfi menyebut kesiapan SDM didukung hampir 1.500 sekolah vokasi, politeknik, dan Balai Latihan Kerja (BLK) yang diarahkan agar terhubung dengan kebutuhan perusahaan.
"BLK kita ini untuk menjamin keterampilan tenaga kerja agar bisa diterima di perusahaan," ujar dia.
Singapura Kontributor Terbesar Investasi Asing di Jateng pada Triwulan I 2026
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, total investasi Singapura selama 2022 hingga Triwulan I 2026 mencapai Rp32,158 triliun. Capaian tersebut menempatkan Singapura sebagai investor terbesar kedua di Jawa Tengah.
Khusus pada Triwulan I 2026, Singapura menjadi kontributor terbesar penanaman modal asing dengan nilai Rp3,333 triliun atau sekitar 25,8 persen dari total investasi asing yang masuk ke provinsi tersebut.