SLAWI — Sebanyak 135 mahasiswa Universitas Pancasakti (UPS) Tegal resmi diterjunkan untuk program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal. Mereka akan mengabdi selama dua bulan penuh, mulai 14 Juni hingga September 2026.
Acara penerimaan dan pembukaan berlangsung di Kantor Kecamatan Kedungbanteng pada Selasa (14/7/2026). Hadir jajaran akademisi UPS, pejabat daerah, dan perangkat desa setempat.
Bukan Sekadar Tugas Akademik, Tapi Ruang Perubahan Transformatif
Pihak universitas menegaskan bahwa program ini melampaui formalitas. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UPS, Prof. Dr. Dewi Indriasih, S.E., M.M., menyampaikan pesan Rektor Dr. Taufiqulloh, M.Hum., tentang peran aktif mahasiswa.
"Terjun ke desa bukan sekadar tugas akademik, melainkan ruang bagi mahasiswa untuk membawa perubahan transformatif," ujar Prof. Dewi dalam sambutannya. Ia berharap mahasiswa menjadi bagian dari solusi saat berinteraksi dengan realitas dan tantangan di masyarakat.
Pemkab Tegal Apresiasi Program Terstruktur dan Berorientasi Hasil
Apresiasi datang dari Pemerintah Kabupaten Tegal. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Tegal, Dr. M. Faried Wajdy, S.Sos., M.Si., menilai fokus program KKN tahun ini sangat terstruktur.
"Luaran (output) dari masing-masing desa sangat luar biasa," ungkap Dr. M. Faried Wajdy. Ia berharap melalui KKN ini terbentuk desa binaan khusus, dan program yang direncanakan terealisasi dengan baik sehingga manfaatnya dirasakan langsung masyarakat.
Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di Tingkat Desa
Program ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam poin pengabdian masyarakat. Mahasiswa akan ditempatkan di berbagai desa di Kecamatan Kedungbanteng.
Mereka diharapkan mampu mendorong perubahan positif dan memberikan dampak jangka panjang bagi warga setempat. Fokus program yang terstruktur menjadi modal utama untuk mencapai target tersebut.