Pencarian

15.000 Pengunjung Padati Sedekah Laut di Pantai Heppiii Kebumen, Tradisi Nelayan Jadi Magnet Wisata

Minggu, 12 Juli 2026 • 13:52:31 WIB
15.000 Pengunjung Padati Sedekah Laut di Pantai Heppiii Kebumen, Tradisi Nelayan Jadi Magnet Wisata
Ribuan pengunjung memadati Pantai Heppiii untuk mengikuti tradisi Sedekah Laut di Kebumen.

KEBUMEN — Ribuan pasang mata tertuju ke tengah Laut Selatan ketika gunungan tumpeng dan hasil bumi dilarung sebagai simbol rasa syukur. Tradisi Sedekah Laut di Pantai Heppiii, yang hanya digelar setahun sekali, sukses menyedot animo masyarakat hingga 15.000 orang sejak pagi hari.

Kepala Desa Ayamputih, Saodi, menyebut perhelatan ini tidak hanya mempererat kebersamaan warga, tetapi juga berdampak langsung pada sektor pariwisata dan ekonomi desa. “Semoga sedekah laut ini membawa keberkahan bagi warga dan mampu menarik lebih banyak wisatawan sehingga pendapatan masyarakat maupun desa terus meningkat,” ujarnya.

Rangkaian Prosesi: Dari Kirab hingga Wayang Semalam Suntuk

Ritual diawali dengan kirab budaya yang mengarak gunungan hasil bumi dan tumpeng dari balai desa menuju bibir pantai. Rombongan kemudian menggelar doa bersama sebelum sesaji dilarung ke laut sebagai permohonan keselamatan bagi nelayan dan limpahan hasil tangkapan.

Suasana berlangsung khidmat saat sesaji hanyut terbawa ombak. Di sisi lain, antusiasme pengunjung terlihat dari deretan ponsel yang diarahkan ke laut untuk mengabadikan momen sakral tersebut. Salah seorang pengunjung, Wastuti, mengaku selalu hadir setiap tahun. “Semoga hasil tangkapan nelayan semakin bertambah, melimpah berkah, semua nelayan diberikan keselamatan, dan masyarakat Ayamputih semakin sejahtera,” katanya.

Setelah larung, acara tidak berhenti. Pada malam harinya, warga dan wisatawan disuguhi pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk. Pertunjukan ini menjadi hiburan rakyat sekaligus upaya pelestarian budaya Jawa yang masih mengakar di pesisir selatan Kebumen.

Pantai Heppiii: Wisata Gratis dengan Kuliner Khas Pesisir

Pantai Heppiii sendiri menawarkan perpaduan panorama laut, suasana rindang, dan kuliner khas seperti mendoan, pecel, serta aneka olahan hasil laut. Salah satu daya tarik utamanya: tidak ada tiket masuk. Wisatawan hanya dikenai biaya parkir yang terjangkau.

Melalui Sedekah Laut, tradisi leluhur ini membuktikan bahwa budaya lokal mampu menjadi magnet wisata. Dampaknya terasa langsung ke kantong warga, mulai dari pedagang kaki lima hingga penyewa peralatan pantai. Identitas Kebumen sebagai daerah yang kaya tradisi pun semakin kuat di mata wisatawan.

Bagikan
Sumber: jateng.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks