JAWA TENGAH — Laga hidup-mati di SoFi Stadium, California, Amerika Serikat, mempertemukan dua raksasa Eropa yang sama-sama haus tiket semifinal. Belgia datang dengan status underdog, sementara Spanyol mengandalkan skuad muda bertabur bintang. Namun, perhatian utama Courtois hanya tertuju pada satu nama: Lamine Yamal.
Instruksi Khusus Courtois: Jangan Biarkan Yamal Satu Lawan Satu
Dalam sesi konferensi pers jelang laga, Courtois tidak ragu mengakui kualitas individu pemain berusia 18 tahun itu. Ia secara spesifik meminta bek-bek Belgia untuk tidak memberikan ruang sedikit pun kepada Yamal dalam situasi satu lawan satu.
“Lamine adalah Lamine; kita semua tahu dia sangat berbakat dalam situasi one-on-one. Dia sangat cepat dan sangat lincah. Dia mampu melewati dua pemain sekaligus, dan dia juga memiliki kemampuan melepaskan umpan-umpan terobosan yang mematikan,” ujar Courtois kepada awak media, dikutip dari Barca Blaugranes.
Strategi Double Cover Jadi Kunci Setan Merah
Courtois menilai pengawalan longgar terhadap Yamal adalah blunder fatal. Solusi yang ia tawarkan: ciptakan situasi dua lawan satu di setiap kesempatan. “Saya pikir kunci utamanya adalah mengawal dia dengan sangat ketat. Ketika kami bisa menciptakan situasi two-on-one, saya rasa itulah cara terbaik untuk menghentikannya,” tegas kiper berusia 34 tahun itu.
Yamal sendiri telah menjadi motor serangan utama La Roja sepanjang turnamen. Kecepatan, kelincahan, serta visi umpannya membuat ia kerap menjadi mimpi buruk bagi bek lawan. Courtois pun mengakui bahwa meski sudah menyusun rencana khusus, menghentikan pemain sekaliber Yamal tetap menjadi tugas yang sangat berat.
“Namun bagaimanapun, dia adalah seorang bintang, dia pemain hebat, dan sejujurnya memang sangat sulit untuk menghentikan pemain seperti dia,” kata Courtois menambahkan.
Taruhan Besar di California: Tiket Semifinal dan Hadapi Prancis
Pemenang dari duel sengit ini nantinya akan melaju ke babak semifinal untuk berhadapan dengan Prancis. Bagi Belgia, ini adalah ujian sesungguhnya bagi soliditas pertahanan yang selama ini diragukan. Sementara bagi Spanyol, Yamal menjadi senjata utama yang siap mereka lepaskan kapan saja.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (11/7) dini hari WIB. Seluruh dunia akan menyaksikan apakah strategi “keroyokan” ala Courtois mampu meredam bakat liar Lamine Yamal, atau justru sang pemain muda Barcelona yang akan membuat kiper Real Madrid itu memungut bola dari gawangnya berkali-kali.