PATI — Tuntutan pencairan Beasiswa Garuda yang tertunda selama tiga bulan membuat puluhan orang tua mahasiswa turun ke halaman Kantor Bupati Pati, Senin (6/7) pagi. Massa yang berkumpul sejak pukul 09.30 WIB itu kemudian diterima oleh Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra untuk melakukan audiensi.
Salah satu orang tua, Gito Anggoro, mengungkapkan keresahannya. Anaknya yang kuliah di Universitas Tidar Magelang sangat bergantung pada beasiswa senilai Rp1 juta per bulan itu.
“Menanyakan bagaimana beasiswa selama tiga bulan ini berhenti. Dampaknya selama tidak cair, ada 3-5 anak yang drop out dari kuliah, karena anak-anak ini benar-benar berharap sekali ada beasiswa untuk menopang kehidupan di kos,” jelas Gito.
Dampak ke Mahasiswa: Ada yang Terpaksa Keluar dari Kos
Gito mengaku berasal dari keluarga kurang mampu. Selama ini, Beasiswa Garuda dari Pemkab Pati menjadi penopang utama biaya hidup anaknya di perantauan. Namun, keterlambatan pencairan di tengah kondisi ekonomi yang sulit membuat sejumlah mahasiswa terpuruk.
“Ketika belum audiensi ini kami sudah iuran atau donasi untuk anak-anak yang benar-benar membutuhkan, karena tadi ada yang drop out sampai ada yang keluar dari kos tidak bayar,” katanya.
Program Beasiswa Garuda merupakan program yang digagas oleh Bupati Pati sebelumnya, Sudewo. Berdasarkan Surat Keputusan (SK), mahasiswa dari keluarga kurang mampu berhak mendapatkan bantuan Rp1 juta setiap bulan. Total penerima beasiswa ini mencapai 183 mahasiswa di Kabupaten Pati.
Plt Bupati Pastikan Dana Cair Minggu Depan
Menanggapi tuntutan tersebut, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra memastikan dana akan segera dikirimkan. Ia menjelaskan bahwa keterlambatan terjadi karena dana dari perusahaan donatur melalui CSR baru masuk.
“Rencana minggu depan sudah kita laksanakan pengiriman tiga bulan yang tertunda,” kata Chandra.
Ia merinci, beberapa perusahaan baru mencairkan anggaran pada akhir Juni 2026. BPD Jateng juga baru menyalurkan dananya pada 1 Juli. Selain itu, bantuan dari Baznas baru turun pekan lalu.
“Untuk tiga bulan ke depan, bulan depan kita kirimkan hak-hak penerima beasiswa. Karena memang ini tanggung jawab. Uangnya baru turun minggu kemarin dari Baznas akan membantu. Artinya untuk tiga tahun ke depan hak mereka akan didapatkan sesuai sebelumnya,” ungkapnya.
Chandra juga menyebut, ke depan pencairan dana Beasiswa Garuda akan dilakukan setiap tiga bulan sekali agar lebih tertib dan tidak terjadi penundaan serupa.