KEBUMEN — Peserta UKT terbagi dalam tiga jenjang. PMR Mula tingkat SD sederajat mengirim 38 peserta, PMR Madya tingkat SMP sederajat 377 peserta, dan PMR Wira tingkat SMA sederajat 207 peserta.
UKT dibuka langsung Ketua PMI Kabupaten Kebumen Sabar Irianto. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa keanggotaan PMR bukan sekadar aktivitas organisasi, melainkan proses pembentukan karakter dan kesiapsiagaan sosial.
"Menjadi anggota PMR artinya harus siap menjadi relawan masa depan yang tangguh dengan menerapkan Tri Bhakti PMR. Tri Bhakti PMR meliputi meningkatkan keterampilan hidup sehat, berkarya dan berbakti di masyarakat, serta mempererat persahabatan nasional dan internasional," ujar Sabar Irianto.
Empat Pos Uji Keterampilan Pertolongan Pertama
Peserta harus melewati empat pos pengujian yang mengukur pengetahuan dan keterampilan dasar pertolongan pertama. Pos pertama menguji anatomi dan faal tubuh, pos kedua penilaian penderita, pos ketiga cedera jaringan lunak, dan pos keempat cedera jaringan otot serta rangka.
Materi pertolongan pertama menjadi fokus utama. Peserta tidak hanya diuji secara teori, tetapi juga mempraktikkan langsung keterampilan seperti teknik pembalutan untuk menangani cedera.
Pengurus Forum Pembina PMR, M. Nasikhin, menjelaskan bahwa UKT merupakan bagian dari siklus pembinaan anggota. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana mengukur kemampuan serta memberikan pengakuan atas keterampilan peserta sesuai jenjangnya.
"Dari kegiatan ini, tentunya sekaligus kita maknai sebagai bagian dari siklus pembinaan serta pemberian pengakuan dan penghargaan bagi setiap anggota PMR, baik tingkat Mula, Madya maupun Wira," ungkap Nasikhin.
UKT Jadi Tiket Awal ke Olimpiade PMR November 2026
UKT kali ini juga menjadi tahapan awal bagi anggota yang ingin mengikuti Olimpiade PMR pada November 2026. Peserta wajib lebih dulu mengikuti UKT sebagai salah satu persyaratan untuk melanjutkan ke ajang tersebut.
"Bagi adik-adik PMR yang kali ini mengikuti UKT, ini menjadi tiket awal untuk mengikuti Olimpiade PMR. Peserta yang mengikuti olimpiade harus mengikuti UKT terlebih dahulu. Setelah ini, harus terus belajar dan menambah pengetahuan agar bisa lolos sampai Olimpiade PMR bulan November mendatang," tambah Nasikhin.
Kegiatan ditutup dengan pengumuman hasil UKT. Seluruh peserta dinyatakan lolos dan mendapatkan sertifikat serta penyematan pin sebagai bentuk pengakuan atas keterampilan yang telah mereka capai.