Pencarian

Kemenangan Demokrat di Texas Picu Aksi Jual, Kapitalisasi Pasar Wall Street Ambles Rp45.365 Triliun

Jumat, 06 November 2026 • 12:19:31 WIB
Kemenangan Demokrat di Texas Picu Aksi Jual, Kapitalisasi Pasar Wall Street Ambles Rp45.365 Triliun
Papan perdagangan Wall Street mencatat aksi jual besar-besaran yang menghapus kapitalisasi pasar saham senilai Rp45.365 triliun.

JAWA TENGAH — Aksi jual besar-besaran menghapus sekitar US$2,5 triliun atau setara Rp45.365 triliun kapitalisasi pasar saham di Wall Street pada perdagangan Kamis (5/11). Pemicunya kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat, yang memunculkan kekhawatiran investor atas masa depan ekspansi pusat data kecerdasan buatan.

Tekanan paling dalam datang dari kemenangan Demokrat di kursi gubernur Texas. Gubernur terpilih Gina Hinojosa sebelumnya mengusulkan moratorium sementara pembangunan pusat data, plus penghapusan sejumlah insentif pajak bagi perusahaan yang membangun fasilitas tersebut.

Texas sendiri selama ini jadi salah satu pusat investasi infrastruktur AI. Google, Meta, Oracle, dan OpenAI tercatat telah menggelontorkan dana besar untuk membangun pusat data di negara bagian itu.

Saham Teknologi AI Rontok Paling Dalam

Nvidia anjlok 9,3 persen pada Kamis dan menghapus seluruh kenaikannya sepanjang tahun ini. Indeks saham semikonduktor merosot 12,3 persen, penurunan terburuk dalam sekitar enam setengah tahun.

Sejumlah nama lain ikut terpukul:

  • Tesla turun 11 persen
  • SpaceX melemah 9 persen
  • CoreWeave anjlok sekitar 10 persen
  • Nebius merosot sekitar 15 persen
  • Qualcomm turun 9,5 persen setelah kinerjanya di bawah ekspektasi dan biaya cip memori menekan penjualan

Nasdaq Masuk Zona Koreksi

Indeks utama Wall Street tidak luput. Nasdaq merosot 5,52 persen dan masuk zona koreksi setelah turun lebih dari 10 persen dari rekor tertingginya pada 6 Oktober. S&P 500 dan Dow Jones mencatat penurunan harian terburuk sejak April 2025.

Pada Jumat (6/11), tekanan merembet ke Asia. Indeks Kospi Korea Selatan anjlok hampir 9 persen saat pembukaan hingga memicu penghentian sementara perdagangan selama 20 menit.

Ekspansi Kapasitas Komputasi Dinilai Kelebihan

Melansir CNN, aksi jual juga mencerminkan ketidakpastian investor terhadap prospek pembangunan pusat data. Ekspansi yang berlangsung sangat cepat memunculkan kekhawatiran bahwa perusahaan membangun kapasitas komputasi melebihi permintaan pasar.

Presiden Yardeni Research Ed Yardeni justru melihat perlambatan pembangunan infrastruktur AI sebagai kabar baik bagi pasar.

"Kami menginginkan perlambatan pembangunan AI. Ekspansinya terlalu hiruk-pikuk dan spekulatif. Sekarang kita sedang membiarkan gelembung AI mengempis. Lebih baik membiarkan gelembung AI mengempis daripada membiarkannya meledak," kata Yardeni kepada CNN.

Respons Spontan, Bukan Gambaran Prospek Jangka Panjang

Chief Investment Officer Truist Advisory Services Keith Lerner menilai gejolak pekan ini lebih mencerminkan reaksi spontan investor ketimbang gambaran pasti prospek saham teknologi di bawah kendali Partai Demokrat di Kongres.

"Menurut pandangan kami, rasio risiko dan imbal hasil semakin membaik bagi investor jangka panjang," ujarnya.

Bagi investor Indonesia, gejolak ini layak dicermati karena saham teknologi global kerap jadi acuan arus dana ke aset berisiko, termasuk pasar emerging. Pelemahan tajam Nasdaq biasanya berdampak pada sentimen sesi berikutnya di bursa regional, meski dampaknya ke IHSG bergantung pada besaran aliran dana asing dan posisi rupiah saat itu.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks