Pencarian

PLN-Pelindo Resmikan OPS 1 MVA di Tanjung Priok, Uji Coba Hemat BBM 700 Liter

Jumat, 18 September 2026 • 09:49:01 WIB
PLN-Pelindo Resmikan OPS 1 MVA di Tanjung Priok, Uji Coba Hemat BBM 700 Liter

JAWA TENGAH — PT PLN (Persero) dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) meresmikan dua unit Onshore Power Supply (OPS) berkapasitas total 1 megavolt ampere (MVA) di Dermaga Serbaguna Nusantara, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (16/9). Fasilitas yang dibangun PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI) itu menjadi unit pertama dari rencana pengembangan 24 unit OPS di Tanjung Priok hingga 2027. Uji coba penyambungan penuh menunjukkan efisiensi BBM sekitar 700 liter dalam sekali sandar kapal.

Peresmian dua unit OPS masing-masing berkapasitas 500 kilovolt ampere (kVA) itu menandai tahap awal program elektrifikasi pelabuhan yang menyasar total 24 unit di Tanjung Priok. EPI merupakan perusahaan patungan antara PT PLN Electricity Services dan PT Pelindo Jasa Maritim.

Fasilitas OPS memungkinkan kapal yang bersandar mematikan mesin diesel dan beralih ke pasokan listrik dari darat. Langkah itu menyasar sumber emisi utama di pelabuhan, karena sebagian besar emisi kapal selama proses sandar berasal dari genset diesel.

Uji Coba: Hemat 700 Liter BBM dalam Sekali Sandar

Direktur Utama EPI Andriyuda Siahaan menyebut hasil uji coba OPS di Tanjung Priok menunjukkan efisiensi bahan bakar yang signifikan. Pengujian dilakukan dalam rentang waktu kurang dari 24 jam.

"Kita lakukan uji coba, tidak sampai 24 jam efisiensinya mencapai sekitar 700 liter (setara 50 hingga 60 persen per hari sandar). Tidak sampai 24 jam," ujar Andriyuda.

Hasil uji coba juga mencatat penurunan emisi karbon sekitar 1,5 ton CO2 per hari sandar, hilangnya asap dan kebisingan genset, serta kualitas daya listrik yang lebih stabil. Sistem OPS mendukung kebutuhan kapal dengan frekuensi 50 hertz (Hz) maupun 60 Hz, sehingga mampu melayani dua hingga empat kapal secara bersamaan.

Fasilitas di DSN Tanjung Priok menjadi yang pertama di Indonesia yang lulus uji standar internasional IEC/IEEE 80005-3:2025. Keandalannya teruji melalui rangkaian uji coba penyambungan penuh pada Juli lalu, yang memungkinkan seluruh genset kapal dimatikan selama bersandar.

Potensi Penghematan 4-5 Juta Liter BBM per Tahun

Pengembangan OPS rencananya dilakukan bertahap. Tahap pertama mencakup 24 unit di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok pada 2027, dengan potensi replikasi ke terminal multipurpose, dermaga umum, serta pelabuhan lain hingga mencapai 123 unit OPS pada 2050.

Melalui implementasi penuh 24 unit berkapasitas total 12 MVA, potensi penghematan BBM diperkirakan mencapai sekitar 4-5 juta liter per tahun. Penurunan emisi dari program itu diproyeksikan sekitar 8-10 ribu ton CO2 per tahun.

Selain menekan emisi karbon, penggunaan listrik dari darat mengurangi polusi udara, kebisingan, dan getaran yang ditimbulkan kapal selama bersandar. Efisiensi biaya bahan bakar menjadi insentif langsung bagi pelaku usaha pelayaran yang beroperasi di Tanjung Priok.

Sinergi BUMN untuk Green Port

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menilai penyediaan listrik untuk fasilitas OPS selaras dengan asta cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya mendorong dekarbonisasi industri sebagai bagian transformasi sektor maritim melalui pengembangan Green Port.

"Langkah ini menjadi bagian dari upaya PLN mendukung dekarbonisasi sektor maritim sekaligus mendorong terwujudnya ekosistem pelabuhan yang lebih hijau dan berkelanjutan," kata Darmawan dalam keterangan tertulis.

Menurut Darmawan, penyediaan listrik untuk OPS menunjukkan kesiapan infrastruktur kelistrikan PLN mendukung kebutuhan energi di kawasan pelabuhan. Dukungan itu memperkuat elektrifikasi sektor maritim yang membutuhkan pasokan listrik andal selama kapal beroperasi di pelabuhan.

Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar menyebut pengoperasian OPS sebagai bagian penting transformasi kawasan pelabuhan menuju operasional yang lebih hijau dan efisien.

"OPS bukan sekadar menggantikan sumber listrik kapal dari genset menjadi listrik darat. Ini merupakan langkah konkret dalam transformasi Pelabuhan Tanjung Priok menuju green port dengan menghadirkan energi yang lebih efisien, lebih bersih, dan lebih andal. Kami ingin membangun ekosistem pelabuhan yang tidak hanya semakin produktif, tetapi juga semakin berkelanjutan," kata Achmad.

Bagi pelaku usaha maritim, OPS membuka peluang penghematan biaya bahan bakar yang selama ini menjadi komponen signifikan dalam operasional kapal selama sandar. Skala penghematan baru terasa penuh jika 24 unit OPS di Tanjung Priok beroperasi, dengan total kapasitas 12 MVA.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks