KEBUMEN — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin, memantau langsung pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 jenjang MTs/SMP tingkat Kabupaten di MTsN 2 Kebumen, Selasa (8/9/2026). Ia meninjau sejumlah ruang laboratorium komputer yang menjadi lokasi pelaksanaan kompetisi.
Dalam kunjungannya, Anif tidak hanya mengawasi jalannya olimpiade. Ia juga menyempatkan diri menyapa para guru pendamping dan menanyakan kesiapan serta kendala yang dihadapi selama kegiatan berlangsung.
Ajang Ukur Kemampuan, Bukan Sekadar Cari Juara
Menurut Anif, OMI memiliki peran lebih luas dari sekadar menentukan pemenang. Kompetisi ini menjadi ruang bagi murid untuk mengukur kemampuan, mengembangkan potensi, sekaligus membangun mental kompetitif sejak dini.
Ia berpesan agar seluruh peserta menjunjung tinggi kejujuran dan percaya diri selama mengerjakan soal. Hasil yang diperoleh nantinya diharapkan menjadi bahan evaluasi dan pembinaan untuk meningkatkan kemampuan murid di bidang sains.
“Anak-anak harus menjadikan kompetisi ini sebagai pengalaman berharga. Menang tentu menjadi harapan, tetapi proses belajar, keberanian berkompetisi, dan semangat untuk terus meningkatkan kemampuan juga memiliki nilai penting,” katanya saat berdialog dengan para pendamping.
Matematika Paling Banyak Peminat, 89 Peserta Berebut Tiket
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kebumen sekaligus Ketua Komite OMI Kabupaten Kebumen, H. Mulyono, merinci ketiga bidang yang dilombakan. Kompetisi Matematika digelar pada sesi kedua pukul 10.00–12.00 WIB dengan 89 peserta yang tersebar di tiga laboratorium komputer.
Bidang IPA menyusul pada sesi ketiga pukul 13.00–15.00 WIB yang diikuti 88 peserta. Adapun kompetisi IPS menjadi penutup pada sesi keempat mulai pukul 15.30 hingga 17.30 WIB dengan jumlah 85 peserta.
Pembagian sesi dilakukan untuk menyesuaikan mata pelajaran sekaligus kapasitas ruang laboratorium komputer di MTsN 2 Kebumen. Panitia juga menyiapkan sarana pendukung serta pendampingan teknis selama olimpiade berlangsung.
Hasil OMI Jadi Pintu Menuju Tingkat Provinsi
Mulyono menegaskan bahwa kompetisi tingkat kabupaten merupakan tahap awal untuk menyeleksi peserta terbaik. Talenta yang muncul dari ajang ini akan dipersiapkan melanjutkan kompetisi ke tingkat Provinsi Jawa Tengah hingga nasional.
“Alhamdulillah, pelaksanaan OMI jenjang MTs hari ini berjalan lancar dan tertib. Peserta dapat mengikuti kompetisi sesuai jadwal, sementara panitia dan pengawas menjalankan tugas masing-masing,” ujar Mulyono.
Ia berharap hasil OMI tidak berhenti pada penetapan pemenang. Madrasah diharapkan terus memberikan pembinaan kepada murid yang memiliki potensi agar kemampuan akademik mereka berkembang secara berkelanjutan.
“Harapan kami, dari OMI ini akan muncul murid-murid terbaik Kabupaten Kebumen yang siap berkompetisi pada tingkat provinsi dan mampu melangkah hingga tingkat nasional. Pembinaan tentu harus terus dilakukan setelah kompetisi tingkat kabupaten selesai,” katanya.