Pencarian

Tumpang Koyor Bu Tris di Salatiga Cuma Rp 15 Ribu, Lauk Babat Iso dan Ayam Goreng Bisa Ditambah

Minggu, 30 Agustus 2026 • 00:15:01 WIB
Tumpang Koyor Bu Tris di Salatiga Cuma Rp 15 Ribu, Lauk Babat Iso dan Ayam Goreng Bisa Ditambah
Tumpang koyor khas Salatiga di Tumpang Koyor Bu Tris dijual mulai Rp 15.000 per porsi dengan tambahan lauk babat iso dan ayam goreng.

SALATIGA — Berburu kuliner khas Salatiga dengan harga terjangkau bisa diakhiri di Tumpang Koyor Bu Tris. Warung yang berlokasi di Jalan Pattimura, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, ini menyajikan hidangan legendaris dengan banderol mulai Rp 15.000 hingga Rp 27.000 per porsi.

Yang membuat sajian ini berbeda dari tumpang koyor pada umumnya adalah tambahan pelengkap berupa serundeng dan sawut. Serundeng memberikan rasa gurih dari parutan kelapa berbumbu, sementara sawut berbahan pepaya muda menambah tekstur dan sensasi tersendiri saat disantap.

Rasa Lembut yang Ramah untuk Wisatawan Luar Kota

Kuah tumpang koyor di warung ini sengaja dibuat dengan karakter lebih lembut dan tidak terlalu kuat. Konsep tersebut dipilih agar sajian dapat dinikmati lebih banyak kalangan, termasuk wisatawan dari luar Salatiga yang baru pertama kali mencicipi tumpang koyor.

Pemilik Tumpang Koyor Bu Tris, Sutrisno Supriantoro, mengatakan warung ini dibuka karena tumpang koyor sudah melekat dengan identitas kuliner Kota Salatiga. Menurut dia, resep rumahan menjadi kunci agar cita rasanya diterima pengunjung dari berbagai daerah.

"Salatiga itu identik dengan tumpang koyor, tapi saya juga menambah beberapa topping untuk menambah kenikmatan seperti sawut dan serundeng," katanya, Jumat, belum lama ini.

Lauk Tambahan: Babat Iso hingga Ayam Goreng

Pengunjung tidak hanya bisa menikmati tumpang koyor, tetapi juga menambahkan lauk berupa babat iso maupun ayam goreng. Harga yang ditawarkan pun beragam, mulai Rp 15.000 hingga Rp 27.000 per porsi, tergantung pilihan menu dan lauk tambahan.

"Kalau makan tumpang koyor tidak lengkap kalau tidak menambah babat iso atau ayam goreng. Karena tambahan menu ini dapat menambah kelezatan," ujar Sutrisno.

Dia menambahkan, pengunjung yang datang banyak berasal dari luar kota. Karena itu, konsep cita rasa rumahan dipertahankan agar tumpang koyor buatannya dapat diterima lintas daerah.

"Pengunjung banyak dari luar kota juga. Karena kita sengaja menggunakan resep rumahan dan rasanya cocok untuk pengunjung luar Kota Salatiga," terangnya.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lingkarjateng.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks