SOLO — Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, hadir langsung menerima penghargaan tersebut di Hotel Bidakara, Jakarta. Ia menyebut ajang ini menjadi momentum strategis bagi kota berjuluk Spirit of Java itu untuk memperluas jejaring dan membuka peluang kolaborasi dengan dunia usaha, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Ajang ini menjadi momentum strategis bagi Kota Surakarta untuk memperluas jejaring investasi dan membuka peluang kolaborasi dengan dunia usaha, baik di tingkat nasional maupun internasional," ujar Respati, Jumat (28/08).
Kesepakatan Rp 5,2 Triliun untuk Sampah Solo Raya
Di luar agenda penghargaan, CJIBF 2026 menorehkan kerja sama strategis lintas daerah yang melibatkan Kota Solo. Pemkot Surakarta bersinergi dengan enam daerah tetangga—Salatiga, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Wonogiri, dan Sukoharjo—bersama investor asal Korea Selatan, PT Energy3 International (E3i), Inc.
Kerja sama tersebut mencakup proyek fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar (waste-to-fuel) yang terintegrasi di kawasan Solo Raya. Proyek ini menelan nilai investasi fantastis mencapai Rp5,2 triliun.
Potensi Investasi Jateng Tembus Rp 19,07 Triliun
CJIBF 2026 mengusung tema "Accelerating Investment Growth in Central Java through Sustainable Development and Regional Competitiveness". Forum tahunan yang digelar Pemprov Jawa Tengah bersama KPw BI Provinsi Jateng ini diikuti sekitar 400 peserta dari kalangan pemerintah, pelaku usaha, hingga calon investor domestik dan mancanegara.
Dari ajang tersebut, tercatat potensi investasi mencapai Rp19,07 triliun. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmennya menjamin iklim investasi yang aman dan kondusif di wilayahnya.
"Masing-masing daerah punya potensi yang berbeda-beda, tetapi napasnya sama untuk mendongkrak investasi di daerah masing-masing," tegas Luthfi.
Dukungan Pemerintah Pusat untuk Investasi Ramah Lingkungan
Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Ichsan Zulkarnaen, berharap CJIBF dapat menghadirkan langkah konkret dan merealisasikan gagasan investasi yang ramah lingkungan bagi seluruh pemangku kepentingan. Hal ini sejalan dengan proyek waste-to-fuel yang menitikberatkan pada pembangunan berkelanjutan.
Dengan raihan Juara II KERIS Jateng ini, Pemkot Surakarta optimistis dapat terus memperkuat ekosistem investasi daerah. Ke depan, dampaknya diharapkan langsung dirasakan pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Solo Raya.