JAWA TENGAH — Dua laga uji coba melawan Uzbekistan U-17 dalam sepekan terakhir berakhir dengan hasil berimbang. Jika pada pertemuan pertama Senin (24/8/2026) Indonesia menang telak 6-4, maka pada laga kedua kali ini justru harus puas kalah dalam drama tos-tosan.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, mengonfirmasi hasil tersebut kepada Bola.com pada Jumat (28/8/2026). "Pertandingan pertama Timnas Indonesia U-17 menang 6-4. Partai kedua 1-1 selama 90 menit dan adu penalti 3-4," ujarnya.
Dua Wajah Berbeda Garuda Muda dalam Sepekan
Perbedaan hasil dalam dua laga yang digelar di venue yang sama ini menunjukkan dinamika yang sedang dibangun pelatih anyar. Pada laga pertama, lini depan Garuda Muda tampil garang dengan mencetak enam gol. Namun di laga kedua, pertahanan justru lebih solid, meski penyelesaian akhir tidak semaksimal sebelumnya.
Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Tidak ada perpanjangan waktu, pemenang langsung ditentukan melalui adu penalti yang berakhir dengan skor 3-4 untuk keunggulan tim tamu.
Fokus Penuh Menuju Kualifikasi Piala Asia U-17 2027
Rangkaian uji coba ini bukan sekadar pemanasan biasa. Dua pertandingan melawan Uzbekistan menjadi bagian dari persiapan jangka panjang Timnas Indonesia U-17 menuju Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini.
Saat ini skuad Garuda Muda berada di bawah arahan David Nascimento. Pelatih kelahiran Sao Vicente, Tanjung Verde, yang berkewarganegaraan Portugal ini menggantikan Kurniawan Dwi Yulianto seusai kegagalan di Kualifikasi Piala Asia U-17 2026. Pengalamannya melatih sejumlah klub di Belanda diharapkan membawa perubahan signifikan pada filosofi permainan tim.
Evaluasi dan Modal Berharga
Meski kalah di laga kedua, hasil ini tetap memberikan gambaran nyata mengenai ketangguhan mental pemain saat menghadapi tekanan adu penalti. Hal tersebut menjadi temuan penting bagi pelatih untuk diperbaiki sebelum memasuki kompetisi resmi.
Dengan sisa waktu yang ada, konsistensi performa menjadi pekerjaan rumah utama. Skuad Garuda Muda perlu menemukan keseimbangan antara ketajaman lini depan seperti di laga pertama, dengan soliditas pertahanan yang sudah mulai terlihat di laga kedua.