PEMALANG — Ratusan personel gabungan TNI, Polri, dan pemerintah daerah turun ke bantaran kali di Desa Kauman, Kecamatan Comal. Mereka bahu-membahu mengeruk sedimentasi dan membersihkan aliran sungai yang menyempit akibat lumpur serta sampah.
Normalisasi ini menjadi prioritas karena Kecamatan Comal termasuk wilayah utara Pemalang yang langganan terdampak banjir luapan. Selain banjir kiriman, kawasan tersebut juga menghadapi ancaman rob saat air laut pasang.
Pemetaan Titik Rawan Banjir Terus Dilakukan
Plt. Bupati Pemalang Nurkholes meninjau langsung pelaksanaan karya bakti bersama Dandim 0711/Pemalang Letkol Edy Wibowo dan Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana.
"Kita bersama Pak Kapolres dan Pak Dandim melakukan pantauan kerja bakti dalam rangka HUT TNI ke-81, salah satunya normalisasi kali di Kauman. Tujuannya menghadapi musim penghujan agar tidak terjadi banjir," kata Nurkholes di lokasi kegiatan.
Pemkab Pemalang tidak berhenti di Desa Kauman. Pemerintah daerah akan memetakan dan menormalisasi sejumlah aliran kali di desa-desa lain yang memiliki potensi banjir serupa.
"Desa-desa yang lainnya juga akan kita normalisasi. Kali-kali yang memang berpotensi banjir akan kita persiapkan, jangan sampai terjadi kebanjiran seperti tahun kemarin," ujarnya.
Sinergitas TNI-Polri dan Masyarakat Jadi Kunci
Dandim 0711/Pemalang Letkol Edy Wibowo menilai kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas instansi dalam menghadapi potensi bencana. Menurutnya, keterlibatan warga menjadi faktor penting agar upaya mitigasi berjalan efektif.
"Kegiatan ini kita bekerja sama dengan Kabupaten Pemalang dan Polres. Ini wujud sinergitas TNI, Polri dan masyarakat sehingga kegiatan ini bisa berdampak kepada masyarakat," jelasnya.
Setelah Desa Kauman, kegiatan serupa akan dilanjutkan ke lokasi lain yang masuk dalam pemetaan rawan banjir. Wilayah pesisir utara menjadi perhatian khusus karena kombinasi luapan sungai dan rob.
Polisi Terjunkan Personel Bantu Warga
Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana menambahkan, pihaknya mengerahkan sekitar 20 personel gabungan dari Polres dan Polsek untuk mendukung karya bakti tersebut. Mereka berkolaborasi dengan personel TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
"Hari ini kami bersama Pemda dan Kodim dalam rangka HUT TNI ke-81 melaksanakan karya bakti. Salah satu kegiatannya adalah normalisasi karena wilayah utara ini, seperti kita lihat tahun kemarin, cukup luar biasa banjir robnya," ungkapnya.
Pengerukan aliran kali diharapkan mampu mengembalikan kapasitas sungai dalam menampung debit air. Dengan aliran yang lancar, risiko air meluap ke permukiman warga saat hujan deras bisa ditekan.