Pencarian

Jelang Muktamar NU ke-35, Gus Rozin Bawa Tiga Gagasan Besar untuk Bangun NU Mandiri dan Berdaulat

Jumat, 21 Agustus 2026 • 17:06:01 WIB
Jelang Muktamar NU ke-35, Gus Rozin Bawa Tiga Gagasan Besar untuk Bangun NU Mandiri dan Berdaulat
Gus Rozin menyampaikan tiga gagasan besar untuk membangun NU yang mandiri dan berdaulat dalam dialog dengan pengurus NU di sejumlah provinsi.

SEMARANG — Setelah resmi menyatakan maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Gus Rozin tak tinggal diam. Ia aktif melakukan silaturahmi dan dialog langsung dengan pengurus NU di berbagai provinsi untuk menyampaikan visi sekaligus menyerap aspirasi dari bawah.

Sejumlah wilayah yang sudah ia sambangi antara lain Bengkulu, Yogyakarta, Lampung, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara. Pertemuan itu melibatkan pengurus wilayah (PWNU) dan pengurus cabang (PCNU) setempat.

Bagi Gus Rozin, momen menjelang Muktamar NU ke-35 ini bukan sekadar ajang berebut kursi kepemimpinan. Ia menilai momentum tersebut harus dimanfaatkan sebagai ruang mempertemukan gagasan dan mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi jam'iyyah.

Poros Tengah untuk Redam Polarisasi Internal

Gagasan pertama yang ditawarkan Gus Rozin adalah membangun poros tengah. Ia menegaskan bahwa poros ini bukan kelompok baru yang justru memperlebar fragmentasi, melainkan ruang bersama untuk mencari titik temu di tengah perbedaan pandangan.

"Poros tengah bukan poros untuk berhadapan dengan siapa pun. Poros tengah adalah jalan untuk mempertemukan berbagai pihak, meredakan ketegangan, dan mengembalikan NU kepada kepentingan yang lebih besar, yaitu ukhuwah Nahdliyah dan keberlanjutan khidmah jam'iyyah," ujarnya.

NU Harus Jadi Sahabat Pemerintah yang Kritis

Gagasan kedua yang diusung adalah memperkuat posisi NU sebagai kekuatan masyarakat sipil keagamaan. Menurut Gus Rozin, NU memiliki sejarah panjang yang tumbuh dari bawah melalui pesantren, masjid, madrasah, hingga jaringan sosial ekonomi warga.

Karena itu, kedekatan NU dengan pemerintah dinilai tidak boleh membuat organisasi kehilangan akar sosial dan daya kritisnya. Ia menegaskan NU harus tetap menjalankan fungsi pemberdayaan, advokasi, pendidikan publik, hingga pengawasan sosial.

"NU harus menjadi sahabat pemerintah. Sahabat bisa mendukung, tetapi sahabat juga harus berani mengingatkan ketika ada kebijakan yang tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat," kata Gus Rozin.

Kemandirian Berbasis Kekuatan Jamaah

Gagasan ketiga yang ia bawa adalah membangun NU yang mandiri dan berdaulat. Gus Rozin meyakini kekuatan NU sesungguhnya berada di akar rumput, mulai dari ranting, anak ranting, pesantren, petani, nelayan, hingga pelaku UMKM.

"Di NU jamaahnya dulu ada, lalu jam'iyyahnya terbangun. Karena itu, kalau kita ingin membangun NU yang mandiri, kita harus kembali kepada kekuatan jamaah," tegasnya.

Kemandirian yang dimaksud tidak hanya soal pembiayaan organisasi, tetapi juga pengelolaan aset, pengembangan ekonomi jamaah, penguatan pendidikan, hingga kemampuan mengambil keputusan secara independen. Ia menawarkan penguatan gotong royong jamaah dan optimalisasi instrumen partisipasi warga seperti KOIN NU.

Tiga Arah Transformasi NU di Abad Kedua

Dari dialog dengan PWNU dan PCNU, sejumlah persoalan mengemuka, mulai dari penguatan ranting dan MWCNU, kaderisasi, pesantren, ekonomi jamaah, hingga hubungan dengan pemerintah. Menanggapi hal itu, Gus Rozin menawarkan tiga arah transformasi NU dalam memasuki abad kedua: berdaulat, bermartabat, dan bermanfaat.

Berdaulat berarti NU mampu mengelola organisasi dan aset secara amanah. Bermartabat berarti menjaga marwah ulama dan tradisi Aswaja. Sementara bermanfaat berarti keberadaan NU harus dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga advokasi.

Menurut Gus Rozin, Muktamar NU ke-35 harus menjadi momentum menentukan arah organisasi, bukan sekadar memilih pemimpin baru. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat kemandirian, serta menghadirkan kemaslahatan bagi jamaah dan bangsa.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jatengnews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks