Pencarian

Keturunan W.R. Supratman di Pemalang Sebut Lagu Indonesia Raya Sempat Diciptakan di Randudongkal, Rumah Dibakar Belanda

Kamis, 20 Agustus 2026 • 22:15:02 WIB
Keturunan W.R. Supratman di Pemalang Sebut Lagu Indonesia Raya Sempat Diciptakan di Randudongkal, Rumah Dibakar Belanda
Keluarga kerabat W.R. Supratman di Randudongkal, Pemalang, menyampaikan kesaksian bahwa lagu Indonesia Raya sempat diciptakan di rumah kakaknya sebelum dibakar Belanda.

PEMALANG — Kisah penciptaan lagu Indonesia Raya kembali mencuat dari Kabupaten Pemalang. Sukarni, atau akrab disapa Bu Nining, warga Desa Randudongkal yang merupakan kerabat W.R. Supratman, mengungkapkan sang komposer sempat singgah dan mengarang lagu kebangsaan di rumah kakaknya di wilayah tersebut.

Kesaksian ini disampaikan dalam liputan khusus kemerdekaan yang dilakukan tim Joglo Jateng, Jumat (14/8/2026). Menurut Nining, W.R. Supratman datang ke Randudongkal untuk menghindari kejaran penjajah Belanda.

“Menurut orang tua saya, dulu W.R. Supratman pernah hidup di sini (Randudongkal), trus bikin lagunya di sini juga,” jelas Nining.

Rumah Tempat Tinggal Sempat Dibakar Belanda

Nining menuturkan, keberadaan W.R. Supratman di Randudongkal akhirnya diketahui oleh Belanda. Saat proses pembuatan lagu berlangsung, penjajah datang dan membakar rumah yang ditempati.

“Pas Belanda tahu W.R. Supratman ada di sini, akhirnya disamperin dan dibakar rumah ini semua. Tapi untungnya W.R. Supratman bisa kabur sembunyi ke perkebunan di Wangkelang,” imbuhnya.

Dari Randudongkal, W.R. Supratman kemudian bersembunyi di perkebunan kelapa milik keluarganya di Desa Wangkelang, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang.

Belum Ada Bukti Fisik Peninggalan

Meski meyakini kisah tersebut, pihak keluarga belum bisa menunjukkan data primer atau bukti fisik yang menguatkan bahwa Indonesia Raya diciptakan di Randudongkal. Nining mengaku hanya mendengar cerita dari ayah dan neneknya yang merupakan kakak kandung W.R. Supratman.

“Iya kalau peninggalan yang menunjukkan W.R. Supratman menciptakan lagu Indonesia Raya di sini memang tidak ada. Saya dan keluarga hanya mendengar cerita turun-temurun dari nenek saya,” pungkas Nining.

Tempat yang disebut sebagai lokasi persembunyian tersebut kini dihuni oleh putra almarhum Heru, salah seorang kerabat W.R. Supratman lainnya.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: joglojateng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks