TEGAL — Di balik mulusnya prosesi upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Pemerintah Kabupaten Tegal, ada perjuangan fisik yang jarang terlihat. Yasyfa Kholiah, siswi kelas XI SMAN 1 Warureja, harus membayar mahal kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai pembawa baki Merah Putih. Jarak tempuh dari rumahnya di Desa Kertasari, Kecamatan Suradadi, menuju lokasi latihan mencapai 25 kilometer.
Artinya, dalam sehari Yasyfa menempuh perjalanan pulang-pergi sekitar 50 kilometer hanya untuk berlatih. Waktu tempuh sekali jalan diperkirakan 45 menit, dan sering kali latihan baru usai saat hari mulai gelap. Ia pun baru tiba di rumah pada malam hari.
Lolos dari Persaingan Lima Siswa hingga Tingkat Provinsi
Perjalanan Yasyfa menuju barisan Paskibra tidak singkat. Dari lima siswa yang dikirim SMAN 1 Warureja untuk mengikuti seleksi, hanya Yasyfa yang berhasil menembus seluruh tahapan. Ia melewati tes fisik, pemeriksaan kesehatan, hingga pemantauan akhir atau pantukhir.
Ketekunannya bahkan sempat membawanya melaju lebih jauh, mengikuti proses seleksi hingga tingkat Provinsi Jawa Tengah. Meski akhirnya bertugas di tingkat kabupaten, pencapaian ini menunjukkan kapasitas dan mentalnya yang kuat.
Rutinitas Latihan yang Menguras Tenaga
Setelah dinyatakan lolos, tantangan justru semakin berat. Masa latihan intensif memaksa Yasyfa untuk disiplin terhadap waktu dan kondisi fisik. Setiap hari, ia harus berangkat dari Kertasari menuju Lapangan Pemkab Tegal, pusat latihan Paskibra.
Perjalanan sejauh 25 kilometer itu bukan sekadar rutinitas. Ini adalah ujian konsistensi. Jam latihan yang panjang menuntut energi ekstra, sementara perjalanan pulang yang jauh menambah beban kelelahan.
Kisah Yasyfa menjadi contoh bagaimana pengorbanan dan dedikasi seorang pelajar dalam menjalankan tugas negara. Di usianya yang masih belia, ia menunjukkan komitmen tinggi untuk menjaga kehormatan upacara detik-detik proklamasi.