BATANG — Suasana kelas V SD Negeri Kaliboyo 01 berubah menjadi laboratorium sains sederhana saat mahasiswa KKN UNDIP memperkenalkan program bertajuk "Dari Baterai Menjadi Angin". Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan cara mengubah energi listrik dari baterai menjadi gerak angin melalui rakitan kipas mini.
Program ini diinisiasi oleh Dita Rahmadani, mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik UNDIP, sebagai bagian dari pengabdian masyarakat di Desa Kaliboyo. Dita menilai anak-anak sekolah dasar lebih mudah menyerap materi pelajaran ketika mereka terlibat aktif dalam proses pembuatan, bukan sekadar menghafal rumus di papan tulis.
Merakit Rangkaian Listrik Sederhana secara Berkelompok
Kegiatan diawali dengan pengenalan komponen elektronika dasar, seperti dinamo DC, baterai, kabel, sakelar, dan baling-baling. Mahasiswa KKN memandu siswa memahami fungsi setiap komponen sebelum akhirnya dirangkai menjadi satu kesatuan sistem yang utuh.
Para siswa kemudian dibagi menjadi enam kelompok. Setiap kelompok didampingi mahasiswa untuk merakit kipas mini secara bertahap, mulai dari memasang kabel, menghubungkan sakelar, hingga memastikan dinamo dapat berputar. Antusiasme terlihat jelas ketika baling-baling rakitan mereka mulai berputar setelah baterai dihubungkan.
Momen keberhasilan itu menjadi puncak pembelajaran. Siswa dapat mengamati secara langsung bagaimana aliran listrik dari baterai menggerakkan dinamo, yang kemudian memutar baling-baling. Proses ini membantu mereka menghubungkan teori kelistrikan dengan benda nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu terhadap Sains dan Teknologi
Dita Rahmadani menjelaskan, pembelajaran berbasis praktik seperti ini dirancang agar sains terasa dekat dan tidak menakutkan bagi anak-anak. Ia berharap pengalaman merakit kipas ini dapat memicu rasa ingin tahu, melatih logika, serta meningkatkan minat siswa terhadap bidang sains dan teknologi di masa depan.
"Anak-anak cenderung lebih mudah memahami materi ketika mereka terlibat langsung dalam prosesnya. Melalui perakitan kipas mini, mereka dapat melihat bagaimana setiap komponen saling terhubung hingga menghasilkan gerakan. Kami berharap pengalaman sederhana ini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, melatih kemampuan berpikir logis, serta meningkatkan minat mereka terhadap sains dan teknologi," ujarnya.
Guru pendamping SD Negeri Kaliboyo 01 turut mengapresiasi metode pembelajaran yang dihadirkan mahasiswa KKN. Menurutnya, pendekatan ini membuat siswa lebih aktif bertanya dan berani mencoba dibandingkan metode ceramah konvensional. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan pembelajaran kreatif yang aplikatif di tingkat sekolah dasar.