PEMALANG — Muhammadiyah Boarding School (MBS) Moga menyampaikan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) atas bantuan pengadaan fasilitas perpustakaan di lingkungan pesantren. Bantuan itu disebut menjadi bentuk kepedulian Unimus terhadap pengembangan sarana pendidikan di MBS Moga.
Dengan fasilitas perpustakaan yang memadai, para santri diharapkan punya ruang lebih nyaman untuk membaca, belajar, dan menambah wawasan dari berbagai sumber literasi.
Mudir MBS Moga: Perpustakaan Bukan Sekadar Tempat Simpan Buku
Mudir MBS Moga, Akhmad Nur Rifa'i, Lc., M.E.I., menegaskan perpustakaan memegang peran penting dalam menunjang proses pendidikan di pesantren. Menurutnya, fungsi perpustakaan tidak berhenti sebagai tempat penyimpanan buku.
"Untuk Unimus, kami menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan dalam pengadaan perpustakaan di MBS Moga. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan para santri," ujar Akhmad Nur Rifa'i.
Ia berharap perpustakaan tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para santri. Dorongan budaya literasi dinilai bakal berimbas langsung pada kegiatan pembelajaran sehari-hari di pesantren.
Harapan Santri Bisa Lanjut Studi ke Unimus
Akhmad Nur Rifa'i juga menyoroti pentingnya sinergi berkelanjutan antara MBS Moga dan Unimus. Kerja sama tidak hanya soal fasilitas, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia di lingkungan pesantren.
"Selain itu Santri MBS bisa mendapatkan kemudahan melanjutkan studi pada jenjang yang lebih tinggi di Unimus," ungkapnya.
Menurutnya, kolaborasi kedua lembaga bisa diperluas ke berbagai bidang, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan dan peningkatan kualitas santri.
Komitmen MBS Moga Kembangkan Fasilitas Pendidikan
MBS Moga menyatakan komitmennya terus mengembangkan fasilitas pendidikan yang memberi manfaat langsung bagi para santri. Dukungan dari Unimus dianggap menjadi modal awal untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang lebih berkualitas.
Pengembangan sarana belajar di pesantren menjadi salah satu prioritas agar santri tidak hanya kuat di bidang keagamaan, tetapi juga memiliki akses literasi yang luas.