Pencarian

Pohon Tumbang Timpa Ruang Kelas SD di Semarang, 28 Siswa Kelas 1 Selamat Meski Bangunan Rusak Berat

Rabu, 29 Juli 2026 • 11:17:01 WIB
Pohon Tumbang Timpa Ruang Kelas SD di Semarang, 28 Siswa Kelas 1 Selamat Meski Bangunan Rusak Berat
Pohon besar dari TPU Ketileng tumbang menimpa ruang kelas 1A SDN Sendangmulyo 03 di Semarang saat proses belajar mengajar berlangsung.

SEMARANG — Pohon tumbang itu bukan berasal dari lingkungan sekolah, melainkan dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ketileng yang berbatasan langsung dengan tembok SDN Sendangmulyo 03. Kepala Sekolah Kuntarti Endah Sarini menyebut pohon berusia ratusan tahun itu roboh sekitar pukul 10.00 WIB saat proses belajar mengajar sedang berlangsung.

Suara Gemuruh dan Evakuasi Cepat

“Suara gemuruhnya sangat keras sehingga membuat anak-anak dan guru panik. Alhamdulillah semua yang berada di dalam kelas selamat,” ujar Kuntarti.

Menurutnya, batang pohon sudah dalam kondisi kering dan keropos. “Di bagian bawah sering ada aktivitas pembakaran. Kemungkinan kondisi itu membuat batangnya keropos hingga akhirnya roboh,” jelasnya. Kejadian tidak disertai angin kencang.

Konstruksi Sekolah yang Menyelamatkan

Kuntarti menjelaskan, tembok pembatas sekolah dan rangka baja ringan atap ikut menahan batang pohon. Benturan tidak langsung mengenai siswa maupun guru yang duduk di dalam kelas. Ruang kelas 1A kini masuk kategori rusak berat dan tidak bisa digunakan.

Meski satu ruang luluh lantak, kegiatan belajar tetap jalan. Pihak sekolah menerapkan sistem shift. “Siswa kelas 1 masuk pukul 07.00 sampai 10.00 WIB, sedangkan kelas berikutnya mulai pukul 10.00 hingga 13.30 WIB,” kata Kuntarti.

Pemkot Semarang Turun Tangan

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, M. Ahsan, memastikan perbaikan segera dilakukan. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan bergerak cepat melakukan evakuasi sehingga seluruh siswa berhasil diselamatkan,” kata Ahsan.

Ahsan menyebut, material pohon sudah dibersihkan bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Asesmen kerusakan rampung dan proses rehabilitasi akan dipercepat. “Ruang kelas tersebut sudah tidak bisa dipakai sehingga harus segera ditangani agar siswa tidak terlalu lama belajar bergantian,” tegasnya.

Belajar Bergantian, Trauma Dihindari

Dinas Pendidikan sengaja tidak meliburkan siswa kelas 1. Menurut Ahsan, libur panjang justru bisa memicu rasa takut pada anak yang baru memulai tahun ajaran. “Yang paling penting anak-anak tetap semangat datang ke sekolah. Kalau mereka kita liburkan terlalu lama justru khawatir muncul rasa takut,” pungkasnya.

SDN Sendangmulyo 03 memiliki tiga rombongan belajar untuk kelas 1. Pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini, sekolah bahkan terpaksa menolak sejumlah pendaftar karena kapasitas ruang belajar sudah penuh. Perbaikan ruang kelas yang rusak menjadi prioritas agar sistem shift tidak berlangsung lama.

Bagikan
Sumber: beritajateng.tv

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks