Pencarian

40 Persen SD dan SMP di Kabupaten Batang Rusak Berat, Revitalisasi Berjalan Bertahap

Selasa, 28 Juli 2026 • 19:20:36 WIB
40 Persen SD dan SMP di Kabupaten Batang Rusak Berat, Revitalisasi Berjalan Bertahap
Sejumlah ruang kelas di SD dan SMP di Kabupaten Batang mengalami kerusakan berat yang membahayakan keselamatan siswa.

BATANG — Angka sekolah rusak di Kabupaten Batang masih menjadi pekerjaan rumah yang panjang bagi pemerintah daerah. Dari total 454 SD dan 71 SMP negeri dan swasta, hanya 30 persen bangunan yang kondisinya benar-benar baik.

"Rusak berat itu mungkin sekitar 40 persen, rusak ringan sekitar 30, yang baik juga 30," kata Bambang Suryantoro Sudibyo di kantornya, Selasa (28/7/2026).

Kondisi rusak berat bukan sekadar cat dinding mengelupas. Bambang menyebut ada ruang kelas yang sudah parah dan tidak bisa digunakan karena dianggap membahayakan keselamatan siswa. Sebagian bangunan sekolah juga sudah berusia tua, namun usia panjang tidak selalu sebanding dengan ketahanan konstruksi.

Mengapa Perbaikan Tidak Bisa Sekaligus?

Bambang menjelaskan, memperbaiki satu bangunan hari ini sementara bangunan lain menunggu giliran adalah realitas yang dihadapi dinas. Program revitalisasi sekolah di Batang berjalan bertahap setiap tahun, namun jumlah sekolah yang bisa ditangani masih terbatas.

"Sekolah rusak bukan persoalan yang bisa selesai dalam satu-dua tahun," ujarnya.

Jika setiap tahun hanya segelintir sekolah yang diperbaiki, maka skala prioritas menjadi krusial. Dinas harus memilih bangunan mana yang paling darurat untuk segera direvitalisasi, sementara puluhan lainnya masih mengantre.

Skala Kerusakan dan Dampaknya pada Pembelajaran

Dengan 40 persen sekolah dalam kondisi rusak berat, aktivitas belajar-mengajar di Kabupaten Batang ikut terdampak. Ruang kelas yang tidak layak pakai memaksa sebagian siswa belajar di tempat alternatif atau bergiliran dengan kelas lain.

Kondisi ini berbeda dengan sekolah yang masuk kategori rusak ringan, di mana perbaikannya masih bisa dilakukan secara mandiri oleh pihak sekolah atau komite. Namun untuk kategori berat, intervensi anggaran pemda menjadi mutlak diperlukan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang belum merinci berapa anggaran yang dibutuhkan untuk menuntaskan seluruh revitalisasi. Yang jelas, kata Bambang, penanganan sekolah rusak di Batang membutuhkan komitmen jangka panjang, bukan sekadar proyek tahunan.

Bagikan
Sumber: jateng.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks