Pencarian

CEO Fortescue Test Drive Haul Truck Listrik 150 Ton: Biaya Solar Rp 13,6 Miliar per Truk per Tahun Bisa Lenyap

Minggu, 26 Juli 2026 • 14:38:31 WIB
CEO Fortescue Test Drive Haul Truck Listrik 150 Ton: Biaya Solar Rp 13,6 Miliar per Truk per Tahun Bisa Lenyap

JAWA TENGAH — Fortescue mempublikasikan video uji coba tes drive CEO Dino Otranto melalui akun LinkedIn pekan lalu. Dalam video tersebut, Otranto mengemudikan haul truck berkapasitas 150 ton yang sepenuhnya ditenagai baterai. Langkah ini adalah bagian dari strategi raksasa tambang asal Australia itu untuk mengeliminasi emisi Scope 1 dan 2 dari aktivitas pertambangan di The Pilbara pada 2030.

CEO Turun Langsung ke Kabin, Bukan Sekadar Seremonial

“Kami bergerak cepat untuk mendekarbonisasi operasi bijih besi Pilbara dan menghilangkan emisi darat Scope 1 dan 2 pada 2030,” ujar Otranto dalam pernyataan yang dikutip dari unggahannya.

Untuk mencapai target itu, Fortescue harus mengganti ratusan unit alat berat diesel yang sudah habis umur pakai dengan kendaraan zero-emisi. Otranto menyebut pihaknya bangga berada di garda depan inovasi teknologi hijau untuk sektor pertambangan global.

Selain haul truck 150 ton, Fortescue juga telah menguji coba beberapa prototipe listrik lainnya. Di antaranya retrofit elektrik untuk ekskavator Liebherr R 9400 raksasa, truk 230 ton dengan kecepatan pengisian 6 MW, serta lokomotif listrik.

Biaya Solar Setara 50 Mobil Baru, Kini Bisa Dihapus

Menurut analis industri IDTechEx, satu unit haul truck 150 ton diesel bisa menghabiskan lebih dari US$850.000 (setara Rp 13,6 miliar dengan kurs Rp 16.000) untuk bahan bakar per tahun. Dengan konversi ke baterai, biaya variabel tersebut bisa ditekan drastis.

  • Potensi penghematan BBM: Lebih dari US$400 juta per tahun untuk seluruh armada Fortescue.
  • Eliminasi emisi: Ribuan ton karbon dan polusi udara setiap tahun akan hilang.

Fortescue tidak sendirian. Caterpillar, Hyundai, Bobcat, dan Volvo CE juga memamerkan konsep alat berat listrik di CES 2024. Namun, Fortescue menjadi yang paling agresif dengan target peluncuran komersial di tambang sendiri.

Regenerative Braking Bisa Bikin Biaya Charging Mendekati Nol

Fakta menarik lain: pada kondisi operasi tertentu dengan regenerative braking tinggi, truk listrik semacam unit 240 ton dari Caterpillar bisa beroperasi tanpa biaya pengisian ulang yang signifikan. Regenerative braking mengubah energi kinetik saat truk menuruni bukit menjadi listrik yang mengisi baterai.

“Perawatan yang lebih rendah dan downtime yang berkurang pada BEV dibanding kendaraan diesel menjadi pelengkap keunggulan total cost of ownership,” tulis Electrek dalam analisisnya. Dengan kata lain, biaya operasional jangka panjang truk listrik tambang bisa jauh lebih murah daripada diesel.

Saat ini Fortescue masih dalam fase uji coba. Namun, langkah CEO yang rela masuk ke kokpit truk raksasa menunjukkan keseriusan perusahaan untuk benar-benar mengoperasikan alat berat listrik di tambang sungguhan, bukan sekadar prototipe pameran. Jika sukses, The Pilbara akan menjadi laboratorium pertambangan nol emisi terbesar di dunia.

Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks