JAWA TENGAH — Duel final yang berlangsung di New York New Jersey Stadium tersebut berjalan ketat sejak menit awal. Argentina dan Spanyol sama-sama bermain hati-hati, sehingga skor kacamata bertahan hingga 90 menit waktu normal.
Peluang emas pertama lahir dari kaki Lionel Messi pada menit ke-23, namun sepakannya masih melambung tipis di atas mistar gawang. Spanyol membalas melalui tembakan jarak jauh Pedri yang masih bisa diamankan kiper Argentina.
Gol Torres di Menit 105 Jadi Pembeda
Babak pertama perpanjangan waktu menjadi penentu. Ferran Torres menerima umpan terobosan dari Dani Olmo di kotak penalti, lalu melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dijangkau kiper Argentina.
Gol ini menjadi satu-satunya dalam pertandingan. Argentina berusaha keras menyamakan kedudukan di sisa waktu, tetapi pertahanan Spanyol yang dikomandoi Aymeric Laporte tampil disiplin.
Drama VAR dan Penalti yang Tak Diberikan
Laga menyisakan kontroversi di menit ke-88. Wasit sempat memeriksa tayangan ulang setelah insiden handball pemain belakang Spanyol di kotak terlarang, namun memutuskan tidak memberikan hadiah penalti untuk Argentina.
Keputusan itu membuat pemain Argentina protes keras hingga peluit panjang berbunyi. Pelatih Lionel Scaloni menyebut momen tersebut sebagai titik krusial yang mengubah jalannya pertandingan.
Spanyol Akhiri Puasa Gelar 12 Tahun
Kemenangan ini menjadi gelar Piala Dunia pertama Spanyol sejak 2010. Skuad asuhan Luis de la Fuente tampil solid sepanjang turnamen, hanya kebobolan tiga gol dalam tujuh pertandingan.
Bagi Argentina, kekalahan ini menjadi pukulan telak. Messi gagal mengulang sukses Piala Dunia 2022 dan harus puas dengan medali perak di ajang edisi kali ini.