JAWA TENGAH — Pekan ini menjadi momentum bagi para pengembang game independen untuk merilis karya-karya terbaru mereka. Dari total lima judul yang kami rangkum, semuanya sudah bisa langsung dimainkan di berbagai platform dengan rentang harga mulai dari Rp49 ribu hingga Rp330 ribuan. Berikut ulasan singkat dan informasi harga masing-masing game.
Denshattack!: Aksi Kereta Gaya Skateboard di Distopia Jepang
Game ini menawarkan konsep unik di mana pemain mengendalikan kereta yang melompat antar rel layaknya papan skateboard. Dikembangkan oleh Undercoders dan Fireshine Games, Denshattack! berlatar distopia Jepang futuristik.
Pemain harus menghindari rintangan, mengalahkan bos, dan melakukan trik-trik keren untuk mengumpulkan poin. Mekanisme permainannya disebut sangat mulus, mengingatkan pada seri Tony Hawk's Pro Skater atau Jet Set Radio.
Game ini dijual seharga USD 20 (sekitar Rp330 ribu) di Steam, PS5, Nintendo Switch 2, Xbox Series X/S, dan Xbox for PC. Ada diskon 10 persen di Steam hingga 29 Juli 2025. Pemilik Game Pass Ultimate dan PC Game Pass juga bisa memainkannya tanpa biaya tambahan.
D-topia: Petualangan AI yang Membentuk Narasi Sendiri
Dikembangkan oleh Marumittu Games dan diterbitkan Annapurna Interactive, D-topia adalah game petualangan fiksi ilmiah yang mengeksplorasi tema "The Utopia Project". Dalam game ini, kecerdasan buatan (AI) berhasil menciptakan peradaban yang sempurna—atau setidaknya itulah yang terlihat di permukaan.
Pemain berperan sebagai petugas pemeliharaan yang membantu warga menyelesaikan masalah dan memperbaiki kerusakan mekanis melalui teka-teki logika. Game ini memiliki alur cerita bercabang yang berubah berdasarkan keputusan pemain.
Estetika visualnya yang bersih dan steril disebut mengingatkan pada game Mirror's Edge. D-topia dijual seharga USD 20 (sekitar Rp330 ribu) dengan diskon 10 persen saat peluncuran di Steam, Epic Games Store, Nintendo Switch, Switch 2, PS5, dan Xbox Series X/S.
Moss: The Forgotten Relic — Petualangan Tikus Quill Tanpa VR
Kabar baik bagi penggemar yang tidak memiliki headset VR. Polyarc dan Blackbird Interactive merilis Moss: The Forgotten Relic, sebuah kompilasi dari dua game Moss sebelumnya dan ekspansi Twilight Garden dalam format 2D biasa.
Game ini mengikuti kisah Quill, seekor tikus pemberani yang berusaha menyelamatkan dunianya dari kekuatan gaib. Pemain akan menemukan platforming, teka-teki lingkungan, dan pertarungan yang kini bisa dilewati berkat opsi aksesibilitas baru.
Versi ini menampilkan cutscene baru, sistem kamera yang diperbarui, dan visual yang ditingkatkan. Harganya USD 20 (sekitar Rp330 ribu) dengan diskon 10 persen di Steam hingga 30 Juli 2025. Tersedia untuk PC, Switch, Switch 2, PS5, Xbox One, dan Xbox Series X/S.
Orpheus: To Hell and Back — Game Boy Klasik Hadir di PC
Game ini unik karena awalnya dirilis sebagai kartrid fisik untuk Game Boy asli melalui proyek Kickstarter. Kini, Orpheus: To Hell and Back sudah tersedia di Steam.
Pemain mengendalikan Orpheus yang menyusuri kedalaman neraka untuk menyelamatkan kekasihnya, Eurydice. Ia dibekali kecapi ajaib yang bisa mengendalikan gerakan musuh, memikat mereka ke dalam jebakan, atau membuat mereka tertidur.
Visualnya sangat menawan dengan gaya retro yang terinspirasi The Legend of Zelda: Ocarina of Time. Harganya hanya USD 3 (sekitar Rp49 ribu) — paling murah di daftar ini.
Teeto: Game Petualangan dengan Diskon 20 Persen
Dikembangkan oleh Eat Pant Games dan diterbitkan Super Rare Originals serta CouchPlay Interactive, Teeto adalah game petualangan yang tersedia di Steam, PS5, Switch, dan Switch 2. Harganya USD 18 (sekitar Rp297 ribu) dengan diskon 20 persen saat peluncuran.
Sayangnya, detail lebih lanjut tentang gameplay atau cerita Teeto belum banyak diungkap dalam rilis ini. Namun, bagi penggemar game indie dengan gaya unik, judul ini patut dipantau karena diskon awalnya cukup menarik.