PURWOKERTO — Bukan sekadar melihat kereta lewat, puluhan railfans cilik di Purwokerto diajak merasakan langsung pengalaman menjadi penumpang kereta api dengan teknologi terkini. Mereka antusias menjajal mesin face recognition yang terpasang di pintu masuk Stasiun Purwokerto.
Kegiatan yang digelar PT KAI Daop 5 Purwokerto ini menyasar anak-anak usia sekolah dasar yang tergabung dalam komunitas pecinta kereta api. Mereka dipandu petugas untuk melakukan registrasi data biometrik wajah, lalu mencoba memindai wajah di gate otomatis.
Wajah Terdeteksi, Palang Terbuka Otomatis
Satu per satu anak-anak itu berdiri di depan kamera pemindai. Beberapa dari mereka tampak terkejut saat palang pintu otomatis langsung terbuka setelah wajah mereka terdeteksi oleh sistem.
"Seru banget, tinggal lihat ke kamera, pintunya langsung kebuka. Kayak di film-film," ujar seorang peserta dengan mata berbinar.
Petugas KAI menjelaskan, teknologi face recognition ini dirancang untuk mempercepat proses pemeriksaan tiket dan identitas penumpang. Penumpang yang sudah melakukan registrasi tidak perlu lagi menunjukkan tiket atau KTP secara fisik.
Edukasi Sejak Dini untuk Calon Penumpang Masa Depan
Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto menyebut kegiatan ini bukan sekadar hiburan. Pihaknya ingin menanamkan pemahaman tentang transformasi digital di sektor perkeretaapian kepada anak-anak sejak dini.
"Mereka adalah generasi yang akan tumbuh bersama teknologi. Dengan mengenalkan sistem ini sekarang, mereka akan lebih siap dan terbiasa saat dewasa nanti," katanya.
Para orang tua yang mendampingi pun mengaku senang. Selain mendapat pengalaman baru, anak-anak mereka juga belajar tentang prosedur naik kereta api yang tertib dan modern.
Sistem Face Recognition di Stasiun Purwokerto
Stasiun Purwokerto menjadi salah satu stasiun di Daop 5 yang telah mengoperasikan sistem face recognition. Teknologi ini merupakan bagian dari pengembangan layanan boarding berbasis digital yang diterapkan KAI secara bertahap.
Penumpang yang ingin menggunakan fasilitas ini cukup melakukan registrasi satu kali melalui aplikasi KAI Access atau di stasiun. Data biometrik wajah akan tersimpan dan bisa digunakan untuk perjalanan selanjutnya.
Ke depannya, KAI berencana memperluas penerapan teknologi serupa di stasiun-stasiun besar lainnya di Jawa Tengah untuk meningkatkan efisiensi pelayanan.