SEMARANG — Fenomena bediding mulai melanda kawasan Gunung Merbabu. Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) mencatat suhu udara di Pos Sabana 1 jalur pendakian Selo sempat turun hingga -1 derajat Celsius pada Jumat pekan lalu sekitar pukul 05.30 WIB.
Kepala BTNGMb, Anggit Haryoso, mengatakan penurunan suhu ekstrem ini memicu terbentuknya embun beku atau frost yang dikenal dengan istilah upas. Kondisi tersebut menjadi ciri khas fenomena bediding di puncak musim kemarau.
"Cuaca dingin ekstrem yang terjadi pada malam hingga dini hari berpotensi menyebabkan hipotermia apabila pendaki tidak melakukan persiapan secara matang," ujar Anggit dalam keterangan resminya.
Mitigasi Wajib: Layering System hingga Logistik Berkalori Tinggi
BTNGMb mewajibkan pendaki menerapkan sistem pakaian berlapis atau layering system agar panas tubuh tetap terjaga. Setiap pendaki juga harus membawa jaket hangat, balaclava, sarung tangan, kaus kaki tebal, dan sleeping bag standar pendakian.
Pakaian ganti kering wajib disimpan dalam dry bag untuk menghindari kelembapan. Pendaki dilarang tidur menggunakan pakaian basah atau lembap akibat keringat, serta tidak tidur dalam kondisi perut kosong.
Asupan cairan juga harus dijaga dengan minum air secara teratur dan mengonsumsi minuman hangat ketika beristirahat. Logistik berkalori tinggi dianjurkan karena tubuh membutuhkan energi lebih besar untuk mempertahankan suhu tubuh di ketinggian.
Fasilitas Darurat di Pos 3 Suwanting
BTNGMb telah menyiapkan Shelter Emergency di Pos 3 jalur Suwanting sebagai fasilitas darurat apabila terjadi kondisi yang membahayakan. Pendaki diminta mengecek prakiraan cuaca resmi dan memastikan waktu istirahat tercukupi sebelum memulai perjalanan.
Anggit menambahkan, musim kemarau memang menawarkan panorama Gunung Merbabu yang lebih indah dengan langit cerah. Namun, di balik keindahan tersebut terdapat ancaman suhu ekstrem yang tidak boleh dianggap remeh.
"Kami mengimbau seluruh pendaki mempersiapkan perlengkapan sesuai standar, menjaga kondisi fisik, serta memahami langkah penanganan darurat selama fenomena bediding berlangsung," tegasnya.