JAWA TENGAH — Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Microsoft kini menerpa id Software, studio di balik waralaba gim tembak-menembak legendaris Doom. Berdasarkan laporan Game Developer, separuh dari total karyawan studio tersebut terkena dampak, menjadikannya salah satu korban terbesar dalam restrukturisasi divisi Xbox yang diumumkan pada Senin lalu.
Angka Pasti dan Dampak ke Divisi Lain
Seorang mantan staf id Software, Michael Maynard, membenarkan angka 50 persen tersebut melalui unggahan di LinkedIn. Sumber Game Developer menyebutkan jumlah ini setara dengan sekitar 90 posisi yang hilang. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari Microsoft maupun id Software mengenai divisi mana yang paling terdampak.
Engadget telah menghubungi Microsoft untuk meminta keterangan lebih lanjut. PHK ini merupakan bagian dari rencana besar perusahaan yang sebelumnya telah mengumumkan pemangkasan 1.600 peran, dan masih akan memotong 1.600 karyawan lagi dalam beberapa bulan ke depan.
Nasib Serikat Pekerja di Tengah Restrukturisasi
id Software termasuk salah satu studio di bawah naungan Xbox yang telah berserikat dengan Communications Workers of America (CWA). Berdasarkan perjanjian netralitas tenaga kerja antara Microsoft dan CWA, serikat pekerja "wall-to-wall" studio ini langsung diakui pada 2025. Namun, hingga PHK terjadi, negosiasi kontrak kerja pertama antara manajemen dan karyawan belum mencapai kata sepakat.
Presiden CWA Claude Cummings Jr. menuding Microsoft memperlambat proses perundingan sehingga anggota serikat tidak sempat menikmati perlindungan kontrak. "Mereka mengulur-ulur waktu di meja perundingan," ujar Cummings dalam pernyataan resmi. Sementara itu, Wakil Presiden CWA Distrik 2-13 Mike Davis menegaskan pihaknya akan segera mendesak negosiasi darurat terkait pesangon yang adil bagi para pekerja yang terkena PHK.
Fokus ke Waralaba Besar, Nasib Studio Kecil Terancam
Keputusan ini muncul setelah Bloomberg melaporkan bahwa ZeniMax Media, perusahaan induk id Software, akan memprioritaskan waralaba terbesarnya ke depan—seperti The Elder Scrolls, Fallout, Wolfenstein, dan Doom. Meskipun id Software sendiri tampak sudah fokus penuh pada Doom—meluncurkan Doom: The Dark Ages pada 2025 dan ekspansinya pada 7 Juli 2026—langkah PHK ini tetap mengejutkan mengingat reputasi studio sebagai pionir genre FPS.
Bagi penggemar Doom dan para pengamat industri gim, situasi ini menjadi sinyal bahwa raksasa teknologi seperti Microsoft kini lebih agresif dalam memangkas biaya operasional. Dampak jangka panjangnya terhadap kualitas produksi gim-gim mendatang dari id Software masih harus kita tunggu.