Pencarian

Pemkot Solo Siapkan Perwali Sampah Berbasis Profit, Setop Sistem Open Dumping di Putri Cempo

Jumat, 29 Mei 2026 • 19:03:16 WIB
Pemkot Solo Siapkan Perwali Sampah Berbasis Profit, Setop Sistem Open Dumping di Putri Cempo
Wali Kota Solo pastikan pengangkutan sampah rumah tangga tetap berjalan meski belum dipilah.

SOLO — Wali Kota Solo Respati Ardi membantah keras rumor yang beredar di masyarakat bahwa petugas kebersihan tidak akan mengangkut sampah dari rumah warga yang belum dipilah. Ia menegaskan bahwa Perwali yang tengah disusun justru bersifat kolaboratif dan mengedepankan insentif, bukan sanksi sepihak.

Bantahan Wali Kota Soal Sampah Tak Diangkut

Respati menyebut informasi soal penghentian pengangkutan sampah bagi warga yang tidak memilah adalah hoaks. Menurutnya, pendekatan yang diambil Pemkot justru sebaliknya: merangkul warga dengan skema profit.

“Kami tidak akan serta-merta tidak mengangkut sampah warga. Yang kami siapkan adalah sistem yang membuat warga untung jika mau memilah,” ujarnya dalam keterangan pers di Balai Kota, Senin lalu.

Skema Profit: Sampah Jadi Rupiah

Dalam rancangan Perwali baru, sampah organik dan anorganik yang sudah dipilah dari rumah tangga akan memiliki nilai tukar. Pemkot menggandeng bank sampah unit dan koperasi untuk menampung hasil pilahan warga.

Limbah organik bisa diolah menjadi kompos atau magot yang memiliki harga jual. Sementara sampah anorganik seperti plastik, kardus, dan botol akan disetor ke pengepul dengan harga pasar. Hasilnya dikembalikan ke warga dalam bentuk saldo tabungan atau uang tunai.

Mengapa Open Dumping Harus Berhenti?

TPA Putri Cempo selama puluhan tahun beroperasi dengan sistem open dumping, di mana sampah hanya ditumpuk dan dibiarkan membusuk di lahan terbuka. Metode ini dinilai tidak ramah lingkungan karena menghasilkan gas metana dan lindi yang mencemari tanah serta udara.

Pemkot Solo menargetkan sistem pengelolaan sampah berubah total dalam dua tahun ke depan. Penghentian open dumping merupakan syarat utama untuk memperpanjang usia pakai TPA yang kian terbatas.

Peran Warga Jadi Kunci

Respati menekankan bahwa keberhasilan sistem ini bergantung pada partisipasi aktif warga. Pemkot akan menggelar sosialisasi massal ke kelurahan dan RT/RW sebelum Perwali resmi berlaku.

“Kami tidak ingin memaksa. Tapi kami ingin warga melihat sendiri bahwa sampah yang mereka pilah bisa jadi tambahan penghasilan. Itu insentif nyata,” tambahnya.

Rencananya, Perwali tersebut akan diteken dan mulai diuji coba di beberapa kelurahan pada awal tahun depan. Jika berhasil, sistem ini akan diperluas ke seluruh wilayah Solo secara bertahap.

Bagikan
Sumber: radarsolo.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks