Pencarian

Bandara Adi Soemarmo Solo Punya VIP Room Baru, Gerbang Jawa Tengah untuk Tamu Negara Disulap Lebih Mewah

Kamis, 28 Mei 2026 • 12:52:00 WIB
Bandara Adi Soemarmo Solo Punya VIP Room Baru, Gerbang Jawa Tengah untuk Tamu Negara Disulap Lebih Mewah
VIP Room baru Bandara Adi Soemarmo Solo siap sambut tamu negara dengan fasilitas modern dan budaya lokal.

SOLO — Bandara Adi Soemarmo tak lagi sekadar tempat transit. Wajah barunya kini lebih siap menyambut tamu negara dan pejabat tinggi yang datang ke Jawa Tengah. Sebuah ruang VIP baru telah rampung dan langsung beroperasi, menggantikan fasilitas lama yang dinilai kurang representatif.

VIP room anyar ini menempati area yang lebih luas dengan interior bergaya modern Jawa. Desainnya menggabungkan elemen batik dan ukiran khas Solo, menciptakan kesan mewah namun tetap mengakar pada budaya lokal. "Ini bukan sekadar ruang tunggu, tapi etalase pertama Jawa Tengah bagi para tamu penting," ujar salah satu pejabat otoritas bandara dalam keterangan resmi.

Mengapa VIP Room Ini Berbeda dari Sebelumnya?

Fasilitas lama yang berusia lebih dari satu dekade dinilai sudah tidak memadai. Kapasitasnya terbatas dan interiornya mulai usang. Kini, ruang VIP baru mampu menampung hingga 50 orang dalam satu waktu — dua kali lipat dari sebelumnya. Dilengkapi dengan area meeting privat, lounge terpisah, dan akses langsung ke apron pesawat, ruangan ini dirancang untuk memangkas waktu tunggu para pejabat negara.

Proyek ini juga menyentuh area luar. Taman depan terminal dirapikan, jalur kedatangan kendaraan diperlebar, dan kanopi baru dipasang agar tamu negara tidak terkena hujan atau panas saat turun dari mobil. Semua detail kecil ini diubah untuk menciptakan kesan pertama yang mulus.

Bukan Hanya untuk Presiden dan Menteri

Meski diprioritaskan untuk tamu negara dan pejabat tinggi, ruang VIP ini juga bisa digunakan oleh penumpang umum dengan kelas bisnis atau anggota program loyalitas maskapai tertentu. Bandara Adi Soemarmo melayani rute domestik dan beberapa penerbangan haji/umrah, sehingga kehadiran fasilitas ini juga menjawab kebutuhan wisatawan premium yang melintas.

Manajemen bandara menyebut bahwa renovasi ini adalah bagian dari rencana induk jangka panjang. Targetnya, Adi Soemarmo bisa setara dengan bandara-bandara besar lain di Pulau Jawa dalam hal pelayanan. Langkah berikutnya adalah peremajaan area check-in dan penambahan garbarata (aviobridge) untuk mengurangi penggunaan bus antar-jemput penumpang.

Dampak ke Sektor Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Dengan fasilitas yang lebih baik, bandara ini diharapkan menarik lebih banyak penerbangan internasional charter. Selama ini, sebagian besar tamu asing yang hendak ke Solo atau Yogyakarta lebih sering mendarat di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) karena infrastrukturnya lebih baru. Kini, Adi Soemarmo mencoba mengejar ketertinggalan.

Pelaku usaha di sekitar bandara, seperti pengelola hotel dan restoran, menyambut positif renovasi ini. "Setiap ada kunjungan pejabat atau tamu negara, biasanya diikuti oleh rombongan besar. Itu langsung terasa dampaknya ke okupansi hotel," ujar seorang pengusaha perhotelan di Solo.

Perubahan wajah bandara ini masih berlanjut. Beberapa area komersial di dalam terminal juga akan diperbarui dalam waktu dekat. Bagi warga Jawa Tengah, bandara yang dulu terkesan biasa saja ini kini mulai menunjukkan taringnya sebagai gerbang kebanggaan daerah.

Bagikan
Sumber: qoo10.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks