SEMARANG — Transformasi pelayanan publik berbasis digital Pemkot Semarang masuk fase operasional. Aplikasi yang diluncurkan Wali Kota Agustina Wilujeng telah tersedia di Google Play Store, dengan target utama memotong antrean dan mempercepat akses layanan administratif warga.
Dua Puluh Layanan Dalam Satu Aplikasi
Integrasi mencakup lima kategori utama. Pertama, administrasi kependudukan: pembuatan akta kelahiran, akta kematian, dan perpindahan penduduk dapat diurus sepenuhnya daring tanpa datang langsung ke kantor dinas. Kedua, akses layanan kesehatan melalui jaringan Puskesmas dan rumah sakit, memudahkan warga mendapatkan konsultasi medis dan informasi terkait.
Ketiga, sektor transportasi melalui integrasi Trans Semarang dan pembayaran pajak-retribusi daerah yang kini daring. Keempat, informasi real-time: harga pasar, kondisi kota via fitur Pantau Semar, serta peringatan dini banjir dan agenda kegiatan kota. Kelima, saluran partisipasi melalui fitur Lapor Semar untuk aspirasi dan pengaduan masyarakat.
Dokumen Fisik Tidak Perlu Lagi Dibawa
Fitur identitas digital menjadi tulang punggung aplikasi. Warga dapat menyimpan dokumen penting—kartu identitas, sertifikat, BPJS—dalam satu sistem terenkripsi dan mengaksesnya kapan saja tanpa membawa dokumen fisik. Ini mengurangi risiko kehilangan dokumen sekaligus mempercepat proses verifikasi di kantor pelayanan.
"Sekarang masyarakat tidak perlu lagi datang ke banyak kantor hanya untuk mengurus layanan yang berbeda. Cukup satu aplikasi, semua bisa diakses dari mana saja," ujar Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng.
Peningkatan Kewaspadaan dan Respons Publik
Fitur informasi real-time seperti Pantau Semar dinilai Pemkot mampu meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap kondisi kota, terutama peringatan dini banjir. Lapor Semar, sementara itu, membuka saluran dua arah antara pemerintah dan warga, memungkinkan perangkat daerah merespons pengaduan lebih cepat.
Aplikasi "Semarang Dalam Genggaman Saya" mewakili pergeseran tata kelola pemerintahan menuju model yang responsif dan berorientasi pada kebutuhan warga. Dengan distribusi digital, Pemkot berharap mengurangi beban operasional kantor dinas sekaligus meningkatkan tingkat kepuasan pelayanan publik di Kota Semarang.