KLATEN — Kekaguman mendalam diungkapkan para delegasi mancanegara saat menyaksikan proses perajin menyusun lembar demi lembar benang hingga membentuk motif lurik yang khas. Kegiatan itu menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian KLIC Fest 2026 yang berlangsung di Kabupaten Klaten.
Pesona Motif Lurik yang Memukau Wisatawan Asing
Para delegasi dari 16 negara itu diajak mengunjungi sentra kerajinan lurik di sejumlah desa di Klaten. Mereka tidak hanya melihat hasil jadi, tetapi juga mengamati secara langsung ketelatenan para perajin yang masih mempertahankan teknik tenun tradisional.
"Mereka sangat terkesan dengan kesabaran dan presisi para perajin. Ini bukan sekadar kain, tapi sebuah karya seni yang membutuhkan waktu dan konsentrasi tinggi," ujar salah satu panitia pendamping delegasi.
Destinasi Lain yang Turut Dikunjungi Delegasi
Selain sentra lurik, para delegasi juga diajak menjelajahi destinasi budaya dan wisata lainnya di Klaten. Rute kunjungan dirancang untuk memperkenalkan kekayaan lokal yang belum banyak dikenal wisatawan mancanegara. Beberapa lokasi yang masuk dalam daftar kunjungan antara lain situs sejarah, pasar tradisional, dan kawasan agrowisata.
KLIC Fest 2026 sendiri merupakan ajang promosi pariwisata dan budaya yang digagas untuk memperkuat citra Klaten sebagai destinasi unggulan di Jawa Tengah. Ajang ini juga menjadi sarana diplomasi budaya melalui pertukaran pengalaman antarnegara.
Dampak bagi Ekonomi Kreatif Lokal
Kunjungan delegasi asing diharapkan mampu mendongkrak sektor ekonomi kreatif, khususnya kerajinan lurik. Para perajin di Klaten selama ini mengandalkan pasar lokal dan domestik. Dengan adanya promosi internasional seperti ini, peluang ekspor produk lurik dinilai semakin terbuka lebar.
Pemerintah Kabupaten Klaten menyebut bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya mengangkat produk lokal ke kancah global. Ke depan, program serupa akan terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak desa wisata.