SOLO — Kota Solo kembali dilirik penyelenggara event olahraga kelas dunia. Setelah sukses menggelar berbagai ajang internasional, kali ini giliran FIBA Asia yang menancapkan radar ke Kota Bengawan untuk agenda FIBA Basketball Youth Events 2027-2028.
Dua venue utama yang menjadi perhatian adalah GOR Sritex dan GOR Manahan. Kedua lokasi ini dinilai potensial untuk menggelar pertandingan bola basket usia muda tingkat Asia. Peninjauan langsung oleh perwakilan FIBA Asia menjadi langkah awal yang krusial dalam proses seleksi tuan rumah.
Dua Venue Utama: Sritex dan Manahan
GOR Sritex selama ini dikenal sebagai markas klub basket kebanggaan Solo, West Bandits Solo. Arena ini memiliki kapasitas penonton yang memadai dan telah beberapa kali menjadi tuan rumah kompetisi nasional. Sementara itu, GOR Manahan merupakan kompleks olahraga megah yang baru direnovasi besar-besaran, termasuk untuk perhelatan Piala Dunia U-17 FIFA tahun lalu.
Peninjauan FIBA Asia mencakup aspek kapasitas tribun, kualitas lapangan, pencahayaan, hingga fasilitas pendukung seperti ruang ganti pemain dan area media. Standar internasional menjadi tolok ukur utama yang harus dipenuhi oleh kedua venue tersebut.
Mengapa Solo Dilirik Lagi?
Pemkot Solo memang tengah gencar membangun citra sebagai kota penyelenggara event internasional. Keberhasilan menggelar turnamen bola basket antar-klub Asia Tenggara beberapa waktu lalu menjadi modal berharga. Infrastruktur olahraga yang terus diperbarui juga menjadi nilai tambah di mata federasi basket Asia.
Event FIBA Basketball Youth Events sendiri merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan tim-tim muda terbaik dari seluruh Asia. Jika Solo resmi ditunjuk, ini akan menjadi kesempatan besar bagi pebasket muda Indonesia untuk unjuk gigi di hadapan lawan-lawan tangguh.
Tahapan Selanjutnya
Pasca peninjauan, FIBA Asia akan menyusun laporan evaluasi teknis. Hasilnya akan menjadi bahan pertimbangan dalam rapat pengurus FIBA Asia untuk menentukan tuan rumah final. Pemerintah Kota Solo, melalui Dinas Pemuda dan Olahraga, disebut siap mengakomodasi seluruh rekomendasi yang diberikan.
Kepastian status tuan rumah diperkirakan baru akan diumumkan dalam beberapa bulan ke depan. Namun, langkah awal ini sudah cukup membuat pencinta basket di Solo bersemangat. Jika terwujud, ajang ini akan menjadi yang pertama kalinya digelar di Kota Bengawan.