SEMARANG — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, resmi melantik lima pejabat fungsional baru di lingkungan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Tengah pada Rabu, 6 Mei 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Jateng untuk melakukan penyegaran sekaligus penguatan kompetensi pada organisasi perangkat daerah (OPD).
Para pejabat yang baru dilantik tersebut akan mengisi posisi di sejumlah instansi kunci. Distribusinya mencakup dua orang di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), satu orang di Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, satu orang di Bagian Protokol dan Humas Biro Umum, serta satu orang di lingkungan BKD sendiri.
Penempatan ini didasarkan pada Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 800.1.3.3/1471/2026. Kebijakan tersebut mengatur perpindahan jabatan guna mengoptimalkan tata kelola pemerintahan di sektor pelayanan publik, komunikasi pimpinan, hingga perencanaan daerah yang menjadi prioritas Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin.
Integritas Sebagai Pondasi Utama Pelayanan Publik
Dalam arahannya, Sumarno menekankan bahwa integritas bukan sekadar jargon, melainkan pondasi utama bagi setiap aparatur sipil negara (ASN). Ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi sangat bergantung pada kejujuran para aparaturnya dalam menjalankan tugas sehari-hari.
"Negara ini akan maju jika dibangun di atas integritas. Dan integritas itu dimulai dari kejujuran terhadap diri sendiri," tegas Sumarno di hadapan para pejabat yang dilantik.
Menurutnya, ASN memiliki tanggung jawab moral yang besar karena seluruh fasilitas, gaji, hingga tunjangan berasal dari uang negara. Oleh karena itu, setiap pejabat dituntut memberikan timbal balik berupa dedikasi penuh dan kerja yang transparan demi kemajuan daerah.
“Kalau kita bisa jujur pada diri sendiri, maka kita akan bekerja dengan penuh tanggung jawab. Dari situlah integritas dibangun,” imbuhnya.
Mendorong Profesionalisme dan Mentalitas Petarung
Selain aspek moral, Sekda Jateng juga menyoroti pentingnya profesionalisme berbasis kompetensi. Pengangkatan pejabat fungsional kali ini bukan sekadar formalitas administratif untuk mengisi kekosongan kursi, melainkan strategi untuk menghadirkan tenaga ahli yang mampu merespons kebutuhan masyarakat secara cepat.
Setiap pejabat diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata sesuai bidang keahliannya di OPD masing-masing. Sumarno meminta agar amanah baru ini dijawab dengan semangat kerja yang progresif, sejalan dengan visi reformasi birokrasi yang tengah digalakkan pemerintah provinsi.
“Teman-teman harus bisa berkontribusi sesuai kompetensi dan jabatan masing-masing di OPD tempat bertugas. Tugas kita sebagai ASN adalah melayani masyarakat sebaik-baiknya,” katanya.
Menutup sambutannya, Sumarno mengajak seluruh jajaran yang baru dilantik untuk mengadopsi mentalitas tangguh dalam menghadapi tantangan birokrasi yang semakin kompleks. Ia menekankan pentingnya semangat pantang menyerah dalam mengawal program-program pemerintah.
“Selamat bertugas. Jawa Tengah petarung, ini akan menjadi petarung semua,” pungkasnya.