Pencarian

Yamaha Absen di MotoGP Qatar 2026 karena Isu Keamanan, Terancam Sanksi

Minggu, 01 November 2026 • 22:17:31 WIB
Yamaha Absen di MotoGP Qatar 2026 karena Isu Keamanan, Terancam Sanksi
Yamaha memastikan absen di MotoGP Qatar 2026 dengan alasan keamanan kawasan Timur Tengah.

JAWA TENGAH — Yamaha memastikan tidak akan turun di MotoGP Qatar 2026 yang dijadwalkan berlangsung 6-8 November, dengan alasan keamanan di kawasan Timur Tengah. Keputusan pabrikan Jepang itu membuat empat pebalapnya absen di Lusail dan memicu respons keras dari penyelenggara kejuaraan.

Kepastian itu disampaikan Yamaha melalui pernyataan resmi pada Minggu (1/11). Pabrikan berlogo garpu tala tersebut menegaskan kebijakan pembatasan perjalanan perusahaan tetap berlaku dan belum menemukan alasan cukup kuat untuk mengubahnya.

Yamaha juga telah menginformasikan keputusan itu langsung kepada MotoGP Group. Dalam pernyataan yang sama, Yamaha menekankan langkah tersebut murni berdasarkan penilaian internal mereka, bukan mengikuti arahan penyelenggara.

Empat Pebalap Yamaha Absen di Lusail

Yamaha menurunkan dua tim di MotoGP 2026, sehingga ada empat pebalap yang tidak akan tampil di Sirkuit Internasional Lusail. Salah satunya Jack Miller, yang sebelumnya terang-terangan menolak terbang ke Qatar.

"Saya tak mau pergi (ke Qatar). Seperti yang lain. Ada 19 dari kami yang tak mau ke sana. Saya tak berpikir kami harus membalap seperti itu. Kami sudah menjelaskan opini kami. Tunggu saja keputusannya seperti apa," ujar pebalap Australia itu, dikutip Motorsport.

Miller menyebut penolakan para pebalap bukan sekadar soal kenyamanan pribadi. Menurutnya, hampir seluruh penghuni paddock punya keberatan yang sama terhadap penyelenggaraan balapan di Qatar.

"Jika Anda berbicara dengan 50% orang di area paddock, tidak ada satu pun yang ingin pergi ke sana. Saya tidak mengerti mengapa kami harus pergi," kata Miller.

Ia menegaskan kondisi di dalam Qatar sendiri dinilai aman. Persoalannya ada pada ketidakpastian di negara-negara sekitar yang membuat gelaran berskala global terasa berisiko.

MotoGP Kecewa dan Buka Peluang Sanksi

Penyelenggara MotoGP menyatakan kecewa atas langkah Yamaha. Mereka mengklaim sudah berkonsultasi dengan Negara Qatar, Sirkuit Lusail, hingga penasihat keselamatan independen, dan tidak menemukan informasi yang mengharuskan perubahan rencana.

"Hari ini (Minggu), kami telah menyampaikan posisi tersebut beserta informasi terkini yang tersedia kepada seluruh pabrikan dan tim," bunyi respons MotoGP.

MotoGP menyambut baik konfirmasi tim-tim lain yang tetap berkompetisi di Qatar. Namun mereka menegaskan absennya Yamaha membawa dampak kontraktual dalam perjanjian dengan MotoGP dan IRTA, sekaligus konsekuensi olahraga yang akan ditangani FIM sesuai regulasi.

Motorsport melaporkan MotoGP terus mengingatkan seluruh tim agar mengikuti semua balapan sesuai kontrak. Sanksi finansial dan olahraga mengintai, termasuk potensi larangan tampil di sisa musim di Portugal dan Valencia.

Timur Tengah Tak Stabil, Agenda Balap Bergeser

Ketidakpastian keamanan di Timur Tengah sejak awal tahun turut mengacaukan kalender olahraga. Di Formula 1, GP Arab Saudi dibatalkan dan GP Bahrain dipindahkan ke Malaysia.

Nasib GP Qatar dan GP Abu Dhabi yang dijadwalkan pada 29 November dan 6 Desember masih belum jelas. Yamaha sendiri berharap bisa kembali berkompetisi pada Grand Prix Portugal.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sport.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks