JAWA TENGAH — Mercedes-Benz memperkenalkan mesin M 252 LS dengan turbocharger elektrik, teknologi yang sebelumnya hanya ada di hypercar AMG One dan model AMG. Mesin empat silinder 1,5 liter ini menghasilkan 228 hp ditambah 31 hp dari turbo listrik, dan pertama dipasang di GLB 250. Teknologi serupa juga dipakai Porsche di 911 GTS dan 911 Turbo S.
Mercedes-Benz resmi menurunkan teknologi turbocharger elektrik ke lini mesin reguler lewat kode M 252 LS. Pengembangan turbo listrik ini melibatkan Mercedes-AMG High Performance Powertrains (HPP), divisi di Inggris yang biasa membangun power unit untuk tim F1 Mercedes-AMG Petronas dan tim pelanggannya.
Mesin ini bukan mesin baru dari nol. Mercedes memakai basis M 252 yang sudah ada, lalu melakukan serangkaian perubahan untuk memperbaiki performa, efisiensi, dan kehalusan mesin.
Turbo Listrik Hasilkan 228 hp Plus 31 hp Tambahan
Turbocharger elektrik bekerja dengan motor listrik yang bisa memutar turbo tanpa menunggu aliran gas buang. Hasilnya, respons gas lebih instan di seluruh rentang putaran mesin dan turbo lag nyaris hilang.
Mesin empat silinder ini menghasilkan 228 hp, ditambah 31 hp dari sistem turbo listriknya. Mercedes mengklaim sistem ini juga menekan konsumsi bahan bakar dan emisi.
Fitur lain yang cukup cerdik: turbo listrik mampu memulihkan energi dari gas buang hingga 2 kW dan mengubahnya jadi listrik. Dalam kondisi tertentu, energi pulihan ini cukup untuk memutar motor listrik turbo itu sendiri, sehingga sistem bisa bekerja tanpa terus menarik daya dari kelistrikan mobil.
Debut di GLB 250, Potong Waktu Akselerasi 0,1 Detik
Penerapan pertama mesin ini ada di GLB 250. Mercedes menyebut akselerasi 0–100 km/jam membaik 0,1 detik, sementara emisi CO? turun sekitar 17 persen dibanding versi sebelumnya.
Angka itu terlihat kecil, tapi masuk akal untuk mesin 1,5 liter yang menyasar model kompak. Efisiensi jadi kunci utama, bukan sekadar tambahan tenaga.
Bukan untuk AMG, Tapi Teknologi dari Formula 1
Turbo listrik pertama kali muncul di AMG One, hypercar yang banyak menyerap teknologi F1. Setelah itu teknologi ini turun ke model AMG seri 43 dan 63. Kini giliran model reguler Mercedes yang memakainya.
Langkah ini terbilang berani. Turbo listrik menambah biaya, bobot, dan kompleksitas, jadi memasukkannya ke mesin 1,5 liter massal bukan keputusan yang biasa diambil pabrikan.
Sebagai perbandingan, Mercedes sudah punya mesin empat silinder terkuat yang pernah dipasang di mobil produksi, yakni M139l dengan tenaga hingga 469 hp di C63 dan GLC63. Namun permintaan yang lemah membuat Mercedes beralih ke mesin inline-six di model seri 53.
Porsche Juga Pakai Turbo Listrik di 911
Mercedes bukan satu-satunya pabrikan yang membawa turbocharger elektrik ke mobil produksi. Porsche memakai teknologi serupa di 911 GTS dan 911 Turbo S.
Artinya, meski mobil listrik terus tumbuh, masih ada ruang untuk menyempurnakan mesin pembakaran internal. Turbo listrik jadi salah satu jalur yang dipilih pabrikan Eropa untuk menekan emisi tanpa mengorbankan respons mesin.
Soal apakah tambahan perangkat ini terasa manfaatnya di pemakaian harian, itu masih perlu dibuktikan lewat pengujian jalan raya. Yang jelas, memulihkan energi yang biasanya terbuang jadi cara masuk akal untuk memeras efisiensi mesin bensin.