WONOGIRI — Kebakaran menghanguskan sebuah kandang ayam di Dusun Soko RT 1 RW 6, Desa Pucung, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Minggu (16/8/2026) malam. Sebanyak 12.000 ekor anak ayam berusia tiga hari tidak berhasil diselamatkan dalam kejadian tersebut.
Api dilaporkan muncul sekitar pukul 20.30 WIB di kandang milik Gunanto (46). Bangunan berukuran 10 x 38 meter yang sebagian besar berbahan kayu dan bambu membuat api cepat membesar hingga menghanguskan seluruh bangunan.
Korsleting Blower Diduga Jadi Pemicu Kebakaran
Petugas Damkar Wonogiri bersama TNI, Polsek Eromoko, Babinsa, dan warga langsung melakukan pemadaman. Delapan personel Damkar dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api sekaligus melakukan pendinginan.
Koordinator Lapangan Damkar Wonogiri, Sriyanto Kembo, melalui laporan yang disampaikan anggota Damkar Ayiep Doni Listria Sakti, menyebut dugaan sementara kebakaran berasal dari korsleting listrik pada blower kandang. Namun, penyebab tersebut masih dalam proses investigasi.
"Dugaan sementara dari korsleting listrik pada blower. Selanjutnya masih dalam proses investigasi," ujar Ayiep Doni.
Proses Pemadaman Berlangsung Hingga Dini Hari
Sebelum menangani kebakaran kandang ayam, tim Damkar Wonogiri juga lebih dulu melakukan penanganan kebakaran lahan di wilayah Kedungdadap, Eromoko, pada Minggu siang. Setelah operasi pemadaman lahan, petugas kembali bergerak menuju Dusun Soko setelah menerima laporan kebakaran kandang.
Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga Senin (17/8/2026) sekitar pukul 01.30 WIB. Petugas mendapat dukungan mobil tangki air dari TNI untuk memastikan bara dan titik api benar-benar padam.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp800 juta, meliputi bangunan kandang dan ribuan anak ayam yang berada di dalamnya.
Delapan Personel Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Delapan personel Damkar Wonogiri yang terlibat dalam pemadaman yakni Sukatman, Ayiep Doni Listria Sakti, Aprianto Purnomo Hadi, Andrie Budi Atmojo, Ahmad Setyo Utomo, Effendi Agus Nugroho, Arief Prasetyo, dan Eko Widodo.
Imbauan Waspada Kebakaran di Musim Kemarau
Abah Doni mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama terhadap aktivitas yang berkaitan dengan api dan instalasi listrik.
"Musim kemarau panjang ini kami mohon masyarakat peduli dengan lingkungan sendiri. Lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas terkait api, jangan sampai merugikan diri sendiri dan lingkungan," pesannya.
Pihaknya mengingatkan bagi pemilik peternakan untuk rutin memeriksa instalasi listrik, blower, kabel, dan perangkat kelistrikan lainnya. Bangunan kandang yang menggunakan material mudah terbakar juga membutuhkan perhatian ekstra untuk mengurangi risiko kebakaran.